Jalan Air Dingin–Muara Aman Diperbaiki, Pemprov Bengkulu Siap Tangani Bencana

oleh -8 Dilihat

Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan pentingnya pengamanan badan jalan pada ruas Air Dingin–Muara Aman STA 33+00 sebagai bagian dari Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana longsor di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Sabtu (7/2/2026).
Gubernur Helmi Hasan mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah merealisasikan pembangunan pelapis tebing di lokasi terdampak longsor.
Menurut Helmi, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci percepatan penanganan bencana di daerah.
“Kita bersyukur pemerintah pusat melalui BNPB merespons cepat usulan pemerintah provinsi dan kabupaten. Alhamdulillah, pembangunan pelapis tebing pascabencana longsor ini telah tuntas dan kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Helmi.
Ia menambahkan, ruas jalan Air Dingin–Muara Aman merupakan akses vital yang menunjang aktivitas ekonomi serta mobilitas warga antarwilayah. Oleh karena itu, pengamanan badan jalan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Ruas ini sangat vital karena menjadi akses penghubung antar kabupaten. Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui BPBD akan terus memantau dan siap bergerak cepat apabila pemerintah kabupaten/kota membutuhkan bantuan saat terjadi bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, mengatakan penanganan infrastruktur pascabencana bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat serta memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi warga.
“Kita ingin akses jalan kembali normal pascabencana. Infrastruktur ini sangat penting bagi masyarakat. Tentu kita juga berharap kejadian bencana serupa tidak terulang kembali,” kata Raditya.
Ia menambahkan, BNPB akan terus mendukung daerah rawan bencana melalui upaya mitigasi dan penguatan infrastruktur yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana.
Bupati Lebong, Azhari, mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam penanganan longsor yang sempat mengganggu akses transportasi di wilayahnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lebong dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB dan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas perhatian dan bantuannya. Kini akses jalan telah kembali normal dan masyarakat merasa lebih aman,” ungkap Azhari.
Ia berharap kolaborasi lintas pemerintah terus terjalin, khususnya dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana di Kabupaten Lebong yang memiliki kondisi geografis rawan longsor.
Sebelumnya, BNPB mengalokasikan anggaran sebesar Rp34 miliar melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur vital di daerah rawan bencana. Program tersebut meliputi pembangunan Jembatan Air Mata di Kabupaten Seluma, pelapis tebing di Desa Air Dingin Kabupaten Rejang Lebong, serta pelapis tebing di Kelurahan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan dari Baznas, alat olahraga, kursi roda, tongkat, serta alat bantu pendengaran.

 

Editor  : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.