Harga Telur dan Sayur-Mayur di Kota Bengkulu Merangkak Naik

oleh -524 Dilihat
Harga telur ayam berbagai ukuran di Kota Bengkulu mulai merangkak naik dari Rp 48.500 menjadi Rp 50.000/karpet isi 30 butir.(Foto/Ist)

Bengkulu- Setelah harga cabai dan ayam potong di Kota Bengkulu melambung, kini giliran harga telur ayam dan sayur-mayur mulai bergerak naik. Kenaikan harga bahan pangan ini sangat dikeluhkan masyarakat Bengkulu.

“Sekarang ini hampir seluruh bahan pangan di Kota Bengkulu bergerak naik, khususnya cabai, ayam potong, telur ayam dan sayur-mayur. Kita tidak mengerti benar kenapa harga bahan pangan terus melambung,” kata beberapa ibu rumah tangga di Kota Bengkulu, Kamis (18/9/2025).

Ia mengatakan, dengan melonjaknya harga bahan pangan menyebabkan beban hidup masyarakat kalangan menengah kebawah. Sebab, pendapatan tidak seimbang lagi dengan harga bahan pangan yang berlaku di daerah ini.

Sementara Pemkot Bengkulu, belum ada upaya untuk menekan kenaikan harga bahan pangan, terutama cabai dan ayam potong. Padahal, kenaikan kenaikan harga cabai dan ayam potong sangat tinggi.

Harga cabai merah panjang sebelumnya Rp 28.000 kini menjadi Rp 80.000/kg dan ayam potong dari Rp 25.000 menjadi Rp 45.000/kg. Demikian pula harga telur ayam dari 48.500 menjadi Rp 5o.000/karpet isi 30 butir dan harga sayur mayur mengalami kenaikan antara Rp 500-Rp 1.000/kg dari setiap jenis sayur.

Hal tersebut diakui sejumlah pedagang telur di Kota Bengkulu. Ia menyebut harga telur mengalami kenaikan sekitar Rp 1.500/karpet. Harga ini diperkirakan akan terus merangka naik jika tidak ada intervensi dari Pemkot Bengkulu.

Dodi (35), seorang pedagang telur ayam di Kota Bengkulu mengatakan, kenaikan harga telur sudah terjadi sejak seminggu ini, karena pasokan telur ke daerah ini berkurang, sehingga stok dipedagng menipis.

Sementara permintaan telur dari konsumen tentap tinggi. “Sesuai hukum ekonomi jika harga terbatas dan permintaan tinggi, maka harga akan meningkat. Jadi, kenaikan harga telur ayam bukan ulah pedagang untuk untung besar, tapi karena pasokan tidak stabil,” ujar Dodi.

Selama ini, kebutuhan telur di Bengkulu dipasok dari Padang, Sumbar dan Medan, Sumut. “Sekarang pasokan telur dari Padang dan Medan tidak lancar dan terbatas, akibatnya stok di pasat menipis dan harga naik,” ujarnya.

Selain telur ayam harga sayur-mayur di Kota Bengkulu juga merangkak naik. Hal ini terjadi akibat pasokan sayur mayur dari daerah sentra produksi terbatas, menyusul musim hujan melanda beberapa daerah di Bengkulu.

Akibat cuaca buruk para petani di Bengkulu, khususnya daerah penghasil sayur-mayur tidak optimal melaksanakan panen tanaman sayurnya. Dengan demikian, produksi sayur berkurang dan pasokan ke pasar turun dari biasanya.

Sementara permitaan sayur-mayur dari masyarakat tetap tinggi, sehingga harga mengalami kenaikan. Menurut pedagang kenaikan harga sayur berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000/kg dari masing-masing jenis sayur.

Masyarakat Bengkulu, khususnya ibu rumah tangga mengharapkan ada aksi nyata dari Pemkot Bengkulu untuk menekan kenaikan harga pangan di daerah ini. Sebab, jika tidak ada intervensi dari Pemkot Bengkulu, dikhawatirkan harga sembako semakin naik dan daya beli masyarakat jadi anjlok.

Reporter : RGA

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.