Forum Dukcapil se-Bengkulu Perkuat Akurasi Data dan Aktivasi IKD

oleh -31 Dilihat

Bengkulu Tengah — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) se-Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi untuk meningkatkan akurasi data kependudukan dan memperluas aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung pelayanan publik sekaligus memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Hal itu mengemuka dalam Forum Komunikasi Dinas Dukcapil se-Provinsi Bengkulu yang digelar di Gedung Pendopo Bukit Kandis, Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (7/10/2026). Forum diikuti kepala dinas Dukcapil dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Forum tersebut mengangkat tema “IKD Aktif, Data Akurat, Perlinsos Tepat Sasaran”. Selain menjadi wadah koordinasi, forum dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian kinerja Dukcapil di setiap daerah dan membahas persoalan pelayanan administrasi kependudukan.

Kepala Dinas Dukcapil Bengkulu Utara Syafarudin mengatakan, forum komunikasi menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi atas persoalan pelayanan kependudukan.

“Setiap daerah memiliki karakteristik dan cara penyelesaian masalah yang khas. Melalui forum ini, kita saling belajar, berbagi solusi, dan menyatukan langkah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kependudukan bagi masyarakat,” ujar Syafarudin.

Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto yang membuka forum mengatakan, perkembangan teknologi menuntut pelayanan administrasi kependudukan beralih dari sistem manual ke layanan digital.

Menurut dia, aktivasi IKD perlu terus diperluas karena dapat membuat pelayanan lebih cepat dan aman serta mengurangi risiko pemalsuan identitas. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, misalnya, telah melakukan jemput bola aktivasi IKD ke sekolah dan desa.

Rachmat juga menekankan pentingnya menjaga akurasi dan keamanan data kependudukan. Data yang tidak mutakhir maupun data ganda dapat berdampak pada ketepatan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

“Kita menyepakati tiga hal utama, yaitu integrasi data dengan organisasi perangkat daerah terkait, pemutakhiran data secara rutin bersama desa, serta menjaga ketat keamanan data pribadi masyarakat,” kata Rachmat.

Ia meminta forum tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret, termasuk pencapaian target aktivasi IKD hingga akhir 2026.

Rachmat berharap penguatan koordinasi Dukcapil se-Bengkulu dapat meningkatkan kualitas administrasi kependudukan dan pelayanan publik di masing-masing daerah.

Forum komunikasi Dukcapil se-Provinsi Bengkulu pada tahun ini dijadwalkan berlangsung dua kali. Setelah pertemuan di Bengkulu Tengah, forum berikutnya akan digelar di Kota Bengkulu pada akhir tahun.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi capaian target kinerja Dinas Dukcapil kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.(MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.