Bengkulu-Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu menggelar hearing dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)Bengkulu dan PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) terungkap batubara yang digunakan untuk memproduksi listrik selama ini berasal dari luar Provinsi Bengkulu.
Padahal produksi batubara Bengkulu diketahui cukup besar dan dipastikan dapat mensuplai kebutuhan bahan baku bagi PLTU Pulau Baai, Bengkulu. Namun, faktanya PT TLB mendatangkan batubara dari luar Bengkulu, dan menyebabkan kerusakan jalan negara lintas Lubuklinggau-Bengkulu hingga jalan menuju lokasi PLB Pulau Baai, Kota Bengkulu.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Darmawansyah mengatakan, beberapa hari terakhir sama-sama diketahui, jika aktivitas pengangkutan pasokan batubara PLTU Teluk Sepang, Kota Bengkulu saat ini distop Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).
Selain itu pihak legislative juga mempertanyakan terkait soal lingkungan dan juga Corporate Social Responsibility (CSR) PT. TLB. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Sri Rezeki, menyoroti Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), yang menyebabkan sejumlah warga di Seluma terdampak arus atau tegangan. Terlebih laporan terkait ini sudah pernah diterima dari warga.
Kontongi Izin PLN
“Diharapkan hal itu semua dapat menjadi perhatian baik PT. PLN ataupun PT. TLB,” kata politisi dari PDIP tersebut, Senin (26/1/2026). Menanggapi hal tersebut, Chief Strategy Officer (CSO) PT TLB, Wang Sheng Yuan menjelaskan, penggunaan bahan bakar batubara tersebut pihaknya tetap harus mengantongi izin dari PLN.
“Dalam artian siapa yang mendapatkan izin dari PLN, baru bisa memasok batubara untuk operasional PLTU. Jadi bukan kita sepihak yang memutuskan, siapa yang bisa supply batubara ke TLB,” ujar Wang melalui penerjemahnya, Chen Xia Dhai.
Wang menambahkan, PLN juga yang berhak menentukan harga batu bara yang masuk ke TLB. Dalam hal ini, batubara yang digunakan memiliki harga dibawah harga pasar. “Kalau batubara dari Bengkulu inikan harganya lebih tinggi karena kalorinya bagus, sehingga akhirnya menggunakan batu bara dari luar provinsi seperti Provinsi Sumsel dan Jambi,” tambah Wang.
Disisi lain, Wang mengemukakan, saat ini pasokan batubara yang ada di PLTU hanya bisa bertahan untuk operasi selama tiga hari saja lagi. Menipisnya stok batubara dampak dari penghentian aktivitas pengangkutan batubara dari Provinsi Sumsel dan Jambi. “Jadi kalau batubara tidak kunjung bisa masuk, maka tak menutup kemungkinan PLTU tidak bisa beroperasi,” ujar Wang. Hal senada ditambahkan Environmental Engineering PT TLB, Zulhelmi.
Ia mengatalan, pihaknya berharap aspirasi terkait kondisi pasokan batubara TLB yang kritis ini, dapat dibantu. Karena jika tidak ada suply batubara, maka pasokan litrik kepada PLN bisa terhenti. Meskipun suply listrik untuk Bengkulu tetap bisa terpenuhi, tapi ini merupakan persoalan lain,” tambah Zulhelmi.
Terkait dengan lingkungan, sejauh ini pihaknya terus melakukan upaya-upaya menjaga lingkungan. Hanya saja beberapa pohon yang berada di sekitar PLTU, terindikasi ada unsur kesengajaan dimatikan oknum tertentu.
“CSR pun sejauh ini terus kita gulirkan. Terkait SUTT, sebenarnya menjadi perhatian kita dan keluhan warga sudah pernah ditindaklanjuti seperti pemasangan grounding listrik di rumah warga,” sampai Zulhelmi.
Kebutuhan Bengkulu Aman
Manager PT PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi dikonfirmasi terkait kondisi PLTU mengaku bukan menjadi kewenangan pihaknya untuk berkomentar. “Tapi yang bisa kita pastikan meskipun PLTU tidak beroperasi, suply arus litrik untuk memenuhi kebutuhan di Provinsi Bengkulu aman. Di Bengkulu ini kebutuhan tegangan listrik per harinya mencapai 220 MegaWatt (MW),” tegas Aang.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Juhaili mengatakan, ada beberapa poin penting yang berhasil disimpulkan, terkait hearing bersama PLN dan TLB. Adapun kesimpulan tersebut, antara lain berkaitan dengan kondisi listrik Bengkulu, dimana beberapa wilayah masih kerap hidup mati. Kemudian soal angkutan batubara untuk PLTU, dan sejumlah program kegiatan PLN tahun ini untuk Bengkulu.
Editor : Usmin








