Cegah Karhutla, Wagub Mian Minta Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

oleh -11 Dilihat

Bengkulu Tengah— Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mengantisipasi ancaman musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Niño. Pelaku usaha, terutama di sektor perkebunan dan pertambangan, serta masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain mengantisipasi karhutla, Pemprov Bengkulu meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat cuaca panas dan paparan asap kebakaran.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian, Selasa (20/10/2026), mengatakan, pemerintah provinsi telah menerbitkan surat edaran pencegahan karhutla kepada pelaku usaha di sektor perkebunan, pertambangan, dan sektor lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya titik panas (hotspot) dan meluasnya kebakaran selama musim kemarau.

Menurut Mian, pencegahan karhutla juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan unsur kehutanan, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Pemerintah kabupaten dan kota didorong meningkatkan pemantauan kawasan hutan dan lahan yang rawan terbakar.

Mian mengatakan, jumlah titik panas di Bengkulu sejauh ini relatif terkendali. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mengendurkan upaya pencegahan.

Sosialisasi kepada masyarakat, terutama petani, juga perlu ditingkatkan melalui pemerintah desa. Masyarakat diingatkan agar tidak membuka atau mengelola lahan dengan cara membakar.

“Alhamdulillah, titik panas di Provinsi Bengkulu bisa kita eliminasi dan jumlahnya relatif terkendali. Ini bukan berarti kita diam, tetapi upaya penyampaian imbauan kepada pelaku usaha terus dilakukan,” kata Mian.

Ia menambahkan, pemerintah desa melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten juga didorong mengingatkan warga untuk menerapkan prinsip zero burning atau tanpa pembakaran dalam pengelolaan lahan.

Menurut Mian, pencegahan karhutla membutuhkan komitmen bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain menjaga kelestarian lingkungan, langkah tersebut diperlukan untuk melindungi kesehatan warga serta mencegah kerugian sosial dan ekonomi akibat kebakaran.

Di sisi lain, Pemprov Bengkulu juga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau bagi kesehatan masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan Mian, jumlah kasus ISPA di Bengkulu selama Januari-September mencapai 15.961 kasus.

Mian meminta Dinas Kesehatan, puskesmas, dan posyandu mengoptimalkan pelayanan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan. Upaya tersebut meliputi deteksi dini, edukasi kesehatan, dan penanganan warga yang mengalami gejala ISPA.

Peningkatan kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan apabila kualitas udara menurun akibat asap kebakaran hutan dan lahan.

Mian mengatakan, langkah mitigasi bencana juga terus dilakukan sesuai arahan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Pemerintah berharap masyarakat tetap waspada dan berdoa agar daerah itu terhindar dari bencana.

“Kita terus berdoa agar Provinsi Bengkulu dijauhkan dari bahaya dan bencana. Kita juga berharap musim kemarau panjang ini segera berakhir dan curah hujan kembali meningkat,” ujar Mian.

Ia berharap berbagai langkah pencegahan karhutla dan peningkatan pelayanan kesehatan dapat menekan risiko bencana serta menjaga kesehatan masyarakat selama musim kemarau.

 

Editor  : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.