Bulog Kanwil Bengkulu Berhasil Serap Gabah dan Beras Petani 3.867 Ton

oleh -14 Dilihat
Stok beras Bulog cukup melimpah di gudang.(Foto/Ist)
Stok beras Bulog cukup melimpah di gudang.(Foto/Ist)

Bengkulu- Perum Bulog Kanwil Bengkulu berhasil merealisasikan serapan gabah dan beras hasil panen petani di sejumlah daerah di provinsi ini tercatat sebanyak 3.867 ton setara beras. Capaian ini menjadi kontribusi nyata Bengkulu dalam mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta keberhasilan program pengadaan pangan nasional.

Sementara itu, Hingga awal Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton pada tahun 2026.

Pencapaian nasional ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengelolaan pangan Indonesia. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, Perum Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional.

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog yang bekerja tanpa mengenal waktu selama musim panen berlangsung.

Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial, di Bengkulu, Rabu (3/6/2026) mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan bahu-membahu seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, TNI, Polri, Bulog hingga seluruh stakeholder terkait dalam mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional,” ujar Dody.

Ia menambahkan, realisasi serapan sebesar 3.867 ton setara beras di Bengkulu menunjukkan komitmen Bulog untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Capaian nasional tersebut juga menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500/kg yang memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.

Selain itu, keberhasilan serapan berdampak langsung pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton. Hal ini menjadikan level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Stok tersebut menjadi jaminan kuat bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, menyalurkan bantuan pangan, serta menghadapi berbagai potensi bencana maupun gejolak pasar.

Perum Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah strategis, upaya penyerapan hasil panen petani akan terus dioptimalkan melalui sinergi yang semakin kuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan serapan ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Dody Syahrial.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.