BKKBN Bengkulu Salurkan Bantuan Nutrisi pada Balita Penderita Cacingan di Seluma

oleh -445 Dilihat
Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari bersama pejabat Pemkab Seluma mendatangi rumah balita penderita cacingan. (Foto HB/IDS)
Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari bersama pejabat Pemkab Seluma mendatangi rumah balita penderita cacingan. (Foto HB/IDS)

Bengkulu- BKKBN  Perwakilan Provinsi Bengkulu memberikan bantuan nutrisi kepada dua balita yang mengidap cacingan.  Balita kakak adik itu, atas nama Aa (4) dan Ka (1,8 bulan), warga Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Kedua balita menderita cacing gelang (Ascaris lumbricoides) setelah mendapat perawatan tahap pertama langsung  dirujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Tais, Kabupaten Seluma untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Setelah orangtua mengetahui kondisi kedua anaknya mengeluarkan cacing gelang sebesar lidi sapu keluar dari mulut dan hidungnya. Spontan, panik langsung bocah tersebut dilarikan ke ke RSUD Tais, Kabupaten Seluma, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD M Yunus (RSMY) Bengkulu pada Senin (15/9/2025).

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Rabu, (17/9/2025), turun sambangi keluarga korban sebuah wujud empati terhadap kasus yang menimpa salah satu warga di Desa Sungai Petai, Seluma tersebut.

Hadirnya BKKBN atas mandat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas penduduk serta pembangunan keluarga menjadi keluarga berkualitas. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan mengacu pada Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari menyampaikan melalui perintah tersebut, pihaknya telah menggandeng sejumlah instansi mitra teknis dalam intervensi pencegahan stunting. Baik melalui penyaluran nutrisi dan edukasi publik.

Terhadap keluarga penderita cacing gelang tersebut diketahui sebagai penerima bantuan program Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“BKKBN Bengkulu, sejak sepekan telah menyalurkan bantuan nutrisi kepada keluarga korban, namun terhenti sejak korban dalam perawatan di rumah sakit,” ujar Zamhari, di Talo Kecil.
Rabu.

“Sejak awal kita telah menggerakkan orangtua asuh untuk memberikan nutrisi kepada keluarga korban. Namun, dalam upaya pencegahannya perlu ada aksi intervensi kolaborasi pentahelix untuk mensasar penderita penyakit cacingan di tengah masyarakat.

Atas kasus yang terjadi di daerah itu, pemerintah secara pentahelix bergerak bersama. Program bedah rumah layak huni, pembangunan jamban sehat, serta pemberian makan bergizi tengah berjalan secara kolaboratif “.

Terhadap kasus tersebut kita bergerak cepat untuk melakukan koordinasi demi penyelesaian kasus stunting. Berdasarkan hasil dari monitoring dan pengawasan terhadap kasus viral baduta yang karena infeksi cacing gelang yang mengarah pada gangguan pertumbuhan dan dapat menyebabkan kasus stunting, tambah Zamhari.

 

Reporter : IDS

Editor   : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.