BKKBN Bengkulu : Data Keluarga Berisiko Stunting Kegiatan Prioritas RAN Pasti

oleh -179 Dilihat
Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah memberikan sambutan pada acara Workshop Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Resiko Stunting di Bengkulu.(Foto HB/Idris)
Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah memberikan sambutan pada acara Workshop Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Resiko Stunting di Bengkulu.(Foto HB/Idris)

Bengkulu-Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah mengatakan, percepatan penurunan stunting merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan generasi Emas 2045 yang menjadi mimpi Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu tersedianya manusia berkualitas, yakni sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, kreatif dan berdaya saing.

Dapat dikatakan kunci mewujudkan mimpi tersebut terletak pada penyiapan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Salah satu tantangan pembangunan manusia indonesia yang berkualitas adalah stunting.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diberi mandat oleh presiden sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021. Amanat tersebut sejalan dengan tugas lembaga pemerintah non kementerian ini dalam memperkuat ketahanan keluarga, kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu M.Iqbal Apriansyah mengawali sambutannya pada pembukaan Workshop Verifikasi Dan Validasi Data Keluarga Resiko Stunting di Bengkulu,Selasa (12/9/2023).

“Stunting harus ditangani secara serius karena kondisi ini mengancam keberhasilan pembangunan nasional. BKKBN merumuskan strategi percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan kegiatan prioritas rencana aksi nasional (RAN) percepatan penurunan stunting (PASTI)”.

Dikatakan Iqbal bahwa ada beberapa kegiatan prioritas, pertama penyediaan data keluarga berisiko stunting. Pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin/ calon pasangan usia subur (PUS). Surveilans keluarga berisiko stunting dan audit kasus stunting.

Pada tahun 2024 Provinsi Bengkulu ditargetkan menurunkan angka stunting sebesar 12.55%. Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 angka stunting di Provinsi Bengkulu sebesar 19.8 %. Secara provinsi angka ini relatif menurun. Angka penurunan stunting tertinggi ada di Kota Bengkulu, kata Iqbal.

Dalam mewujudkan tersedianya data keluarga berisiko stunting yang merupakan salah satu kegiatan prioritas RAN PASTI maka BKKBN melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi data keluarga resiko stunting tingkat provinsi untuk tahun 2023.

Workshop Verval, sebagai bentuk perwujudan dari amanat yang tertuang dalam peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 yaitu tersedianya data cakupan keluarga berisiko stunting yang memperoleh pendampingan. Mengingat pentingnya dilaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi data ini dalam upaya percepatan penurunan stunting, maka perlu untuk dipersiapkan dengan baik, agar dalam pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan tujuan kita dalam penyediaan data keluarga berisiko stunting bisa tercapai.

Persiapan kegiatan verifikasi dan validasi data keluarga resiko stunting dimulai dari penyediaan tenaga, sarana dan prasarana. Berkaitan dengan penyiapan tenaga, Iqbal berharap dapat melibatkan kader tim pendamping keluarga atau kader PPK22 dan PPK23 sebagai kader pengumpul data.

Diharapkan pelaksanaan verval ini bisa berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan dan dapat ditindaklanjuti di tingkat kabupaten dan kota. Nantinya data tersebut akan dijadikan landasan pendampingan keluarga dan landasan pengambilan kebijakan dalam program percepatan penurunan stunting di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu, harapnya.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara workshop verval Agus Veriansyah Dalimunthe menyebutkan workshop pengumpulan data verifikasi dan validasi keluarga resiko itu bertujuan untuk menyediakan tenaga yang mampu melakukan verifikasi data dan validasi berisiko stunting serta bertujuan untuk mendapatkan data yang termutahirkan secara by name dan by address.

Workshop yang berlangsung selama dua hari sejak 12-13 September 2023 melibatkan peserta sebanyak 37 orang dari unsur tenaga Kasi Data, Operator Data, Technical Assisten (TA) Satgas Stunting kabupaten dan kota. (irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.