BI Bengkulu Gandeng Perbankan dan PMI Gelar Donor Darah, Bantu Penuhi Stok Darah

oleh -37 Dilihat

Bengkulu – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menggandeng perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta kalangan wartawan menggelar aksi donor darah, Senin (18/5/2026).

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Bengkulu yang masih kerap mengalami kekurangan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan donor darah bukan sekadar aksi kemanusiaan, tetapi juga bentuk kepedulian nyata terhadap pasien yang membutuhkan transfusi darah secara rutin, termasuk anak-anak penderita talasemia.

“Permintaan darah setiap bulan sangat besar, sementara pemenuhannya masih kurang. Ada anak-anak talasemia yang setiap dua minggu harus menjalani transfusi darah. Siapa yang bisa membantu mereka? Ya kita semua,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, BI Bengkulu menargetkan dapat mengumpulkan sekitar 250 kantong darah. Namun, jumlah tersebut tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan peserta, seperti kadar hemoglobin, tekanan darah, hingga berat badan pendonor.

Peserta donor darah berasal dari internal BI, OJK, pimpinan dan pegawai perbankan di Bengkulu, serta insan pers. BI berharap kegiatan donor darah dapat terus digelar secara berkala guna memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu, Iryanka, menegaskan ketersediaan stok darah di Kota Bengkulu masih menjadi tantangan serius. Untuk itu, PMI terus menjalankan strategi “jemput bola” dengan mendatangi instansi, komunitas, maupun berbagai kegiatan masyarakat untuk menggelar donor darah rutin.

Menurutnya, kerja sama PMI dengan BI Bengkulu telah terjalin cukup lama dan sangat penting dalam menjaga pasokan darah bagi rumah sakit rujukan di Provinsi Bengkulu.

“Kami memang sudah lama bermitra dengan BI. Karena stok darah di Kota Bengkulu ini harus terus dijaga, PMI harus aktif jemput bola ke mana pun,” katanya.
PMI bahkan berharap kegiatan donor darah di BI tidak hanya dilaksanakan dua kali dalam setahun, tetapi dapat ditingkatkan menjadi empat kali setahun demi menjaga kestabilan stok darah

“Kalau bisa jangan dua kali, tapi empat kali setahun. PMI siap siaga dengan mobil donor darah,” tambahnya.

PMI menyebut kebutuhan darah di Bengkulu terus meningkat seiring peran Kota Bengkulu sebagai pusat rujukan pasien dari sejumlah daerah, seperti Curup dan Kepahiang. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan darah agar selalu terjaga.

Selain tingginya kebutuhan pasien, rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah serta minimnya pemahaman mengenai manfaat donor darah masih menjadi penyebab stok darah kerap menipis.

“Donor darah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga baik untuk kesehatan pendonor,” tutupnya.

Editor. : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.