BI Bengkulu dan PT PLN Olah Limbah Uang Kertas Jadi Energi Listrik

oleh -46 Dilihat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Juwana Hidayat menjelaskan kepada pers terkait jumlah uang yang disiapkan untuk melayani penukaran uang dari masyarakat menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah di daerah ini.(Foto HB/Usmin)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Juwana Hidayat menjelaskan kepada pers terkait jumlah uang yang disiapkan untuk melayani penukaran uang dari masyarakat menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah di daerah ini.(Foto HB/Usmin)

Bengkulu- Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan PT PLN Nusa Power Indah, Sumatera Selatan (Sumael) untuk mengelola limbah uang kertas menjadi daya listrik. Pasalnya, limbah uang kertas memiliki daya panas sekitar 4.000 kalori mendekati batu bara sebesar 5.000 kalori.

“Limbah uang kertas sekarang tidak lagi menjadi sampah tapi sudah kita kelola menjadi sumber energi listrik bekerja sama dengan PT PLN Sumsel,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat pada saat bincang media, di Bengkulu, Senin (9/3/2026).

Ia mengatakan, hingga saat ini, Bank Indonesia Bengkulu telah mengirim limbah uang kertas ke PT Nusa Power Indah di Sumsel untuk dikelola menjadi daya listrik. Satu ton limbah uang kertas dapat menghasilkan daya listrik sebesar 1 kilo watt (KW).

“Jadi, sekarang ini limbah uang keras tidak jadi menjadi sampah, tapi bisa diolah menjadi energi daya listrik. Sekarang kita sudah kirim 9 ton limbah uang kertas berarti sudah menghasilkan energi listrik sebanyak 9 kw,” ujar Wahyu menambahkan.

Tujuan pengelolaan limbah uang kertas menjadi energi selain menghasilkan daya listrik juga mengurang produksi sampah di Provinsi Bengkulu. “Jadi, ada dua sasaran yang kita dapatkan dari pengelolaan limbah uang kertas ini selain menghasilkan daya listrik juga mengurangi produk sampah,” tambah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu ini.

Terkait persedian uang kartal menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah di Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan uang tukar untuk masyarakat Bengkulu sebanyak Rp 2 trilun.

“Uang tukar yang kita siapkan ini sebesar Rp 2 triliun meningkat cukup signifikan dibanding Idulfitri 1446 Hijriah lalu hanya sebesar Rp 700 juta atau sekitar 25 persen dari Rp 7,9 triliun uang beresar tahunan di wilayah ini,” tambah Wahyu.

Ia menambahan, hingga saat ini warga Bengkulu yang sudah melakukan penukaran uang tercatat sebanyak 6.900 orang senilai Rp 36 miliar. Target Bank Indonesia Bengkulu jumlah warga uang melakukan penukaran uang pada Idulfitri 1447 Hijriah tercatat sekitar 12.000-13.000 orang dengan nilai Rp 67 miliar.

Untuk mempermudah masyarakat Bengkulu melakukan penukaran uang kartal, Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu telah menyiapkan puluhan titik lokasi penukaran uang tersebut. Lokasi penukaran tidak hanya disiapkan di Kota Bengkulu tapi juga disiap di beberapa kabupaten di Bengkulu, serta Kota Lubuklinggau, Sumsel.

Relatif Stabil

Wahyu menjelaskan, hingga saat ini harga dan stok sembako di Bengkulu, selama Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi relatif stabil. Demikian juga persedian BBM di Bengkulu terpantau dalam keadaan cukup hanya saja terjadi antrean pembeli BBM di SPBU oleh masyarakat karena khawatir persedian bahan bakar di daerah habis.

Padahal, pemerintah daerah dan Pertamina memastikan stok BBM di Provinsi Bengkulu dalam keadaan cukup dan aman, serta pasokan dari Pertamina Palembang ke Bengkulu, saat ini dalam kondisi aman dan lancar.

Ia mengimbau masyarakat Bengkulu tidak perlu khawatir soal stok BBM menjelang Idulfitri 2026, karena stok dan pasokan BBM di Pertamina Pulau Baai, Kota Bengkulu dalam keadaan cukup dan dipastikan kebutuhan masyarakat dapat teratasi baik.

Wahyu juga menyinggung tiket pesawat tujuan Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya sudah habis dipesan hingga keberangkatan jelang Idulfitri 1447 Hijriah. “Tiket pesawat dari beberapa maskapai Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya sudah dipesan hingga lebaran mendatang. Ini menandakan ekonomi Bengkulu terus membaik,” ujarnya.

Untuk menjaga inflasi dan kestabilan harga sembako menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indoensia Perwakilan Bengkulu bersama Pemprov Bengkulu akan menggelar pasar murah di sejumlah titik di daerah ini.

“Guna menjaga kestabilan harga sembako jelang Idulfitri kita bersama Pemprov Bengkulu menggelar pasar murah. Hal ini dilakukan agar masyarakat Bengkulu, khususnya warga menengah kebawah dapat mengatasi kebutuhan sembako untuk lebaran nanti,” tambah Wahyu.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.