Bencoolen Fest 2026, Resmi Ditutup Catat Transaksi UMKM Rp1,029 Miliar

oleh -37 Dilihat

Bengkulu – Bencoolen Fest 2026 mencatat transaksi penjualan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp1,029 miliar selama tiga hari pelaksanaan.

Kegiatan digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu imi  mampu menarik sekitar 22.000 pengunjung.dari berbagai lapisan masyarakat Bengkulu.

Bencoolen Fest 2026 resmi ditutup pada Minggu (11/10/2026) malam melalui seremoni,  dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkulu, Pimpinan Perbankan tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Kepala Biro Ekonomi Pemprov Bengkulu, serta para undangan lainnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatan, capaian transaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk UMKM lokal. Keberhasilan kegiatan itu juga tidak terlepas dari sinergi BI dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu serta pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu.

Menurut Wahyu, tingginya permintaan terlihat dari aktivitas sekitar 45 stan yang menjual beragam produk, mulai dari makanan, minuman, hingga kain dan produk fesyen. Sejumlah pelaku UMKM bahkan harus mengisi ulang persediaan barang hingga tiga atau empat kali sehari untuk memenuhi permintaan pengunjung.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menjadi dorongan bagi UMKM Bengkulu untuk memperluas pasar dan meningkatkan skala usahanya,” ujarnya.

Selain mendorong penjualan, Bencoolen Fest 2026 juga menghadirkan inovasi wakafein atau wakaf kopi. Melalui program ini, pengunjung dapat menikmati segelas kopi seharga Rp10.000, dengan hasil penjualannya didonasikan sebagai dana wakaf untuk Pondok Pesantren Hidayatullah di Kota Bengkulu.

Pada malam penutupan, kegiatan juga dimeriahkan peragaan busana yang melibatkan pimpinan bank Himbara dan perbankan swasta di Bengkulu. Wahyu turut berpartisipasi dalam peragaan tersebut.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, melalui Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Hendra Gunawan, mengapresiasi penyelenggaraan Bencoolen Fest yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM.

Menurut Hendra, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal agar produknya semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Peragaan busana yang menampilkan batik khas Bengkulu juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya daerah. Dengan demikian, Bencoolen Fest tidak hanya menjadi ruang promosi dan transaksi bagi UMKM, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya Bengkulu.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.