Belungguk Point Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Baru di Kota Bengkulu

oleh -21 Dilihat
Kawasan Belungguk Point menjadi salah satu ekonomi kreatif baru di Kota Bengkulu, Ratusan UMKM yang menawarkan berbagai produk manakan dan minuman kepada pengunjung sehingga perputaran ekonomi sangat baik.(Foto/Ist)
Kawasan Belungguk Point menjadi salah satu ekonomi kreatif baru di Kota Bengkulu, Ratusan UMKM yang menawarkan berbagai produk manakan dan minuman kepada pengunjung sehingga perputaran ekonomi sangat baik.(Foto/Ist)

Bengkulu- Kawasan Belungguk Point yang berlokasi di Jalan S Parman, Kota Bengkulu, kini menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif baru di daerah ini. Pasalnya, di kawasan ini terdapat ratusan UMKM yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman.

‎Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, di Bengkulu, Senin (12/1/2026) menjelaskan, saat ini di kawasan Belungguk Point terdapat sekitar 160 UMKM yang bergerak dalam bidang usaha makanan dan minuman serta usaha ekonomi lainnya.

Karena itu, kawasan Belungguk Point pada malam hari sangat ramai dikunjungi masyarakat untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual para pelaku UMKM tersebut.

Kawasan Belungguk Ploint dibangun Pemkot Bengkulu, untuk menampung para UMKM agar usaha mereka bisa maju dan berkembang ke depan dan naik kelas.

“Jadi, Belungguk Point merukapamn tempat representatif untuk menamping para pelaku UMKM lokal di Kota Bengkulu, agar mereka maju dan berkembang, serta naik kelas,” tambah Nelawati.

Selain itu, Belungguk Point juga dirancang Pemkot Bengkulu, sebagai ikon wisata kuliner dan ruang publik modern yang tetap menyatu dengan nilai-nilai budaya lokal.

‎Ia menegaskan, tidak semua pelaku usaha dapat menempati area Belungguk Point. Dinas Koperasi dan UKM menerapkan seleksi serta kriteria ketat guna menjaga kualitas produk sekaligus estetika kawasan.

‎“Kami ingin UMKM yang ada di sini benar-benar siap bersaing. Syarat utamanya adalah memiliki legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), memperhatikan aspek higienis, kemasan produk yang baik, serta diwajibkan menggunakan sistem pembayaran QRIS Bank Bengkulu. Ini menjadi perhatian utama kami,” jelasnya.

‎Selain legalitas dan kualitas produk, para pelaku usaha juga diwajibkan menggunakan sarana berjualan yang bersifat mobile dan estetik, seperti motor yang telah dimodifikasi atau food truck yang sudah di-branding khusus. Kebijakan ini diterapkan agar kawasan Belungguk Point tetap tertata rapi dan menarik bagi pengunjung maupun wisatawan.

‎Dengan konsep tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu berharap Belungguk Point dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif. Sekaligus destinasi baru yang mampu meningkatkan daya tarik wisata dan kesejahteraan UMKM lokal.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.