Bank Indonesia Dorong Tempat-tempat Wisata di Bengkulu Gunakan Transaksi Keuangan Digital CRIS

oleh -24 Dilihat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Juwana Hidayat menyampaikan meteri pada acara Deseminasi Kebijakan Bank indonesia dan Outlook Perekonomian terkini bersama PWI Provinsi Bengkulu, di Bengkulu, Senin 26 Januari 2026.(Foto HB/Usmin)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Juwana Hidayat menyampaikan meteri pada acara Deseminasi Kebijakan Bank indonesia dan Outlook Perekonomian terkini bersama PWI Provinsi Bengkulu, di Bengkulu, Senin 26 Januari 2026.(Foto HB/Usmin)

Bengkulu- Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu mendorong tempat-tempat wisata di Provinsi Bengkulu agar melaksanakan transkasi gital, seperti CRIS dan sebagianya dalam rangka meningkat pendapatan asli daerah (PAD).

“Pemda di Bengkulu sebaiknya tidak menaikan pajak untuk meningkatkan PAD, tapi cukup mengoptimalkan dilapangan dengan bertransaksi digital dan pajak pasti naik karena kebocoran dapat dicegah,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat pada acara Deseminasi Kebijakan Bank indonesia dan Outlook Perekonomian terkini bersama PWI Provinsi Bengkulu, di Bengkulu, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, transaksi melalui digital dapat mencegah terjadi kebocoran pajak. Pasalnya, jika pembayaran melalui tunai bisa saja tidak semuanya dilaporkan. tapi kalau pembayaran lewat digital semuanya bisa terekam dengan baik dan tidak celah untuk melakukan perbuatan curang.

Untuk itu, Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu terus mendorong dunia usaha di sektor pariwisata untuk menggunakan alat transaksi digital seperti CRIS. Hal ini selain mempermuda transaksi tanpa pergi ke ATM atau Bank terdekat juga dapat mencegah terjadi kebocorang atau penyimpangan di lapangan.

Wahyu menambahkan, penggunaan transaksi digital di Provinsi Bengkulu, khususnya yang menggunakan CRIS tumbuh dengan baik dan penggunanya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sebagai gambaran pengguna CRIS di Bengkulu hingga November 2025 tercatat sebanyak 267.952 orang dengan jumlah transaksi sebesar Rp 54.468.023 atau terjadi peningkatan sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara target pengguna CRIS di Bengkulu pada tahun 2026 sebanyak 271.189 dengan volume transaksi diharapkan sebesar Rpo 40795.790. Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu optimistis target penggunaan alat transaksi digital CRIS di daerah ini dapat dicapai dengan baik pada tahun 2026 mendatang.

Alasanya minat masyarakat Bengkulu, khususnya kalangan anak muda dan para pelaku UMKM menggunakan alat transkasi digital CRIS semakin meningkat. Hal ini terbukti transaksi masyarakat Bengkulu menggunakan CRIS pada tahun 2025 meningkat sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya, tambah Wahyu.

Pertumbuhan Ekonomi

Terkait target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 sebesar 8 persen, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu mengaku target ini masih wajar dalam kondisi ekonomi globat tidak menentu saat ini.

Kenapa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dipatok sebesar 8 persen, karena incam perkapita Indonesia masih rendah hanya 5.000 dalas Amerika Serikat (AS) per tahun. Sementara di negera maju, seperti Amerika Seringkat (AS) incam perkapita masyarakat sudah mencapai 12.000 dolar AS.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, katanya iklim investasi harus bagus yang diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, termasuk di Provinsi Bengkulu. Soalnya, jika inprastruktur tidak baik, maka investor sulit untuk melakukan investasi di suatu daerah.

Seperti Bengkulu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sama dengan nasional 8 persen, maka iklim investasi harus dijaga baik, termasuk kesiapan inprastruktur sehingga para pengusaha akan datang ke daerah ini untuk mengembangkan usahanya.

Karena itu, lanjut Wahyu pelabuhan Pulau Baai Bengkulu harus berfungsi dengan baik. Sebab, jika pelabuhan daerah ini tidak baik maka berbagai komiditi ekspor, seperti CPO, batubara dan sebagainya akan dikapal lewat pelabuhan tetangga Lampung dan Palembang, maka Bengkulu akan kehilang pendapatan dari sektor pajak.

Selain pelabuhan juga kawasan industri harus di siapkan dengan baik. Wahyu mengaku dirinya bersama Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan pernah mengunjungi kawasan industri di Medan, Sumatera Utara seluas 1.000 hektare. Kawasan ini mampu menampung tenaga kerja lebih dari 50.000 orang.

“Bayangkan jika satu kawasan idustri bisa menampung tenaga kerja sampai 50.000 orang, maka pertumbuhan ekonomi di sekitarnya dipastikan tumbuh dengan baik, terutama pelaku UMKM yang di wilayah tersebut,” tambah Wahyu.

Jika di Bengkulu bisa dibangun sebuah kawasan industri yang luas, maka pertumbuhan ekonomi di daerah ini akan terus meningkat ke depan. Meski demikian, Bank Indonesia terus menjaga kestabilan perekonomian Indonesia agar target pertumbuhan 8 persen tahun 2026 dapat capai.

 

Editor : Usmin

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.