Bengkulu – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Bengkulu terus mempercepat perluasan implementasi digitalisasi pembayaran di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pariwisata.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan digital bekerja sama dengan Universitas Dehasen (Unived) dan berbagai mitra perbankan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Rudy Sitorus, du Bengkulu, Jumat (13/2/206)8 menegaskan pentingnya adopsi teknologi digital bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi transaksi.
Menurutnya, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi kebutuhan di era ekonomi digital.
“Kami terus mendorong masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengelola destinasi wisata, untuk beralih ke sistem pembayaran non-tunai. Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CeMuMuAH),” ujar Rudy.
Senada dengan hal tersebut, Manajer Universitas Dehasen, Vethy Octaviani, M.I.Kom, menyatakan komitmen akademisi dalam mendukung literasi keuangan digital. Ia menilai kolaborasi antara dunia pendidikan, perbankan, dan regulator sangat penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi modern di Bengkulu.
“Kami dari pihak manajemen Dehasen, termasuk melalui kanal komunikasi seperti Radio Dehasen, terus berupaya menjadi jembatan informasi bagi masyarakat. Kami ingin memastikan pelaku usaha binaan maupun mahasiswa memiliki pemahaman yang kuat mengenai inovasi finansial ini,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan, antara lain Bank Bengkulu, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), serta Bank Mandiri. Para pimpinan perbankan menyatakan kesiapan memfasilitasi pelaku usaha dalam pembuatan barcode QRIS serta penyediaan layanan perbankan digital lainnya.
Perwakilan perbankan menegaskan bahwa sinergi lintas sektor diharapkan mampu membantu UMKM naik kelas serta meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Nina Nurdin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai penerapan QRIS di berbagai destinasi wisata akan mempermudah transaksi bagi wisatawan sekaligus meningkatkan citra pariwisata Bengkulu sebagai daerah yang modern dan berbasis teknologi.
“Integrasi pembayaran digital di sektor pariwisata akan mempermudah transaksi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini langkah strategis untuk memajukan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna dan merchant QRIS di Provinsi Bengkulu secara signifikan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, akademisi, dan media dalam mendorong digitalisasi ekonomi daerah.
Editor : Usmin











