Banjir Kota Bengkulu, BPBD Kerahkan Mobil Dapur Umum dan Dirikan Tenda Pengungsian

oleh -27 Dilihat
Plt Sekda Kota Bengkulu, Tony Alfian tengha berdiskusi dengan Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Arwana dibelakang mobil daput umum di salah satu lokasi banjir di wilayah ini.(Foto/Ist)
Plt Sekda Kota Bengkulu, Tony Alfian tengha berdiskusi dengan Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Arwana dibelakang mobil daput umum di salah satu lokasi banjir di wilayah ini.(Foto/Ist)

Bengkulu- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mengerahkan mobil dapur umum dan mendirikan tenda di sejumlah titik banjir, salah satunya di Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut.

Banjir melanda Kota Bengkulu sejak Jumat hingga Sabtu (2-3/1/2026). Akibatnya, sejumlah wilayah di Kota Bengkulu terendam banjir dengan ketinggian 0,5 meter hingga satu meter, tapi pada Minggu (4/1/2026) genangan banjir di sejumlah titik sudah mulai menyusut.

Mayoritas wilayah banjir yang terjadi di Kota Bengkulu pada Jumat (2/1/2025) berada di daerah aliran sungai (DAS) Bengkulu, salah satu Kelurahan Tanjung Jaya, Sukamerindu, Rawa Makmur dan sebagian Tanjung Agung.

‎Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, titik banjir terjadi di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring, Perumahan Ejuka Kelurahan Bentiring, Jalan Tanggul Gang Merpati II Kelurahan Rawa Makmur, RT 7 Kelurahan Semarang, serta Kelurahan Tanjung Jaya.

‎Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Rawa Makmur. Akses jalan di wilayah tersebut terpaksa ditutup total lantaran genangan air menutupi badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

‎Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Arwana, di Bengkulu, Minggu (4/1/2026) mengatakan, moobil dapur umum berserta peralatan langsung dikerahkan ke lokasi untu membantu para korban mendapatkan pangan.

BPBD Kota Bengkulu juga mendirikan tenda pengungsian di lokasi terdampak untuk menampung para korban dan tenda tersebut sampai Minggu sore masih terpasang meski sebagian warga sudah kembali ke rumahnya karena ketinggian sudah menyusut.

‎“Secara garis besar kami sudah berkumpul di Perumahan Korpri, karena itu salah satu kawasan yang paling parah terdampak banjir. Dari BPBD dan Tagana sudah standby di lokasi untuk memberikan bantuan,” ujar Made.

‎Ia menjelaskan, di Perumahan Korpri BPBD menurunkan mobil dapur umum, perahu karet, perahu fiber, serta tenda pengungsian. Sementara di Perumahan Ejuka, petugas juga telah memasang tenda dan bersiaga untuk melakukan evakuasi warga jika kondisi memburuk.

‎”Untuk Perumahan Ejuka juga sama, kami sedang pasang tenda dan menyiapkan evakuasi apabila ada warga yang membutuhkan. Dinas Damkar juga ikut turun bersama kami. Logistik sudah siap dan kami standby,” jelasnya.

‎Terkait jumlah rumah terdampak, Made menyebutkan data masih bersifat sementara karena ketinggian air yang fluktuatif dan proses pendataan masih terus berlangsung.

“Data rumah yang terendam masih naik turun dan belum sepenuhnya valid. Yang jelas terdampak di Kelurahan Rawa Makmur, Tanjung Jaya, Perumahan Korpri, dan Perumahan Ejuka. Saat ini masih kami rekap,” ungkapnya.

‎Untuk sementara, BPBD mencatat sekitar 35 rumah terendam di Perumahan Korpri, 60 rumah di Perumahan Ejuka, 20 rumah di RT 7 Kelurahan Semarang, serta sekitar 50 rumah di Kelurahan Rawa Makmur. Namun jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring pendataan lanjutan di lapangan.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.