Bengkulu- Arus kendaraan balik lebaran melintasi jalan lintas tengah (Jalinteng) Sumatera ruas Bengkulu-Lubuklinggau, Sumsel tujuan ke sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatera pada Minggu (29/3/2026) masih terlihat ramai, dan berjalan lancar.
Dari pantauan di lapangan, terlihat kendaraan balik lebaran melintas di jalan lintas tengah Sumatera jalur Bengkulu-Lubuklinggau mayoritas didominasi kendaraan pribadi baik tujuan kota di Jawa maupun tujuan ke sejumlah daerah di Sumatera.
Meski jumlah kendaraan cukup ramai tapi arus lalu lintas kendaraan berjalan lancar. Jumlah kendaraan balik lebaran dari Bengkulu tujuan kota di Jawa dan Sumatera pada H+10 Idulfitri 1447 Hijriah sedikit menurun dibanding beberapa hari lalu.
Pasalnya, sebagian pemudik sudah banyak pulang ke daerah asalnya lebih awal untuk menghindari terjadi kemacetan di jalan lintas Sumatera dan kecamatan di penyebarangan Bakauheni, Lampung untuk tujuan kota di Pulau Jawa.
Hal sama juga terlihat ramai kendaraan pribadi tujuan ke sejumlah daerah di Bengkulu, seperti Rejang Lebong, Lebong, Seluma, Kaur, Bengkulu Selatan dan Mukomuko serta Bengkulu Utara.
Ramainya lalu lintas ini menunjukkan bahwa arus balik Lebaran masih berlangsung. Masyarakat diperkirakan mulai kembali ke daerah masing-masing untuk memulai aktivitas kerja maupun sekolah yang dijadwalkan kembali pada Senin, (30/3/2026).
Selain kepadatan kendaraan, kondisi cuaca hujan ringan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga menjadi perhatian bagi para pengendara. Jalan menuju kawasan pegunungan yang sempit, menanjak, serta licin akibat hujan membuat pengendara, terutama roda dua, diminta lebih berhati-hati selama perjalanan.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik Lebaran, aparat kepolisian juga menyoroti lonjakan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026 di Provinsi Bengkulu.
Operasi pengamanan tersebut berlangsung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi per 25 Maret, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data menunjukkan jumlah kejadian kecelakaan meningkat dari 29 kasus pada tahun 2025 menjadi 60 kasus pada tahun 2026, atau naik sekitar 106 persen.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menyampaikan bahwa peningkatan angka kecelakaan tidak terlepas dari beberapa faktor, salah satunya kondisi infrastruktur jalan yang masih dalam tahap perbaikan di sejumlah titik.
Menurutnya, penyempitan jalan, perubahan jalur, serta kondisi permukaan jalan yang belum rata dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara. Faktor kelalaian pengendara masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama saat pengendara tidak mengurangi kecepatan atau memaksakan mendahului di jalur sempit.
Editor : Usmin









