Bengkulu-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, telah memprogramkan akan menaikan ketinggian badan jalan Kalimantan- Rawa Makmur sepanjang 300 meter dari jembatan kembar Kampung Kelawi menuju tingkungan Merpati IV agar tidak terendam banjir pada saat musim
hujan.
“Insya Allah tahun ini, badan jalan Kalimantan-Rawa Makmur akan kita naikkan sehingga jika terjadi banjir tidak tergenang air sehingga arus lalu lintas tetap lancar dan aktivitas warga tak terganggu,” kata Kepala Dinas PUPR Bengkulu, Tejo Suroso, di Bengkulu, Selasa (6/1/2026).
Tejo Suroso menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah menyerahkan pengelolaan jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu pada akhir tahun lalu, dan sesuai instruksi Gubernur Bengkulu pada tahun ini dialikasikan anggaran sebesanyak Rp25 miliar melalui APBD Provinsi Bengkulu untuk peninggian badan jalan ini.
Untuk melaksanakan pekerjaan peninggian badan jalan Kalimantan-Rawa Makmut, Dinas PUPR Bengkulu pada Februari nanti, sebagai langkah awal pengerjaan kemungkinan akan melakukan pembongkaran seluruh pinggiran jalan yang sebelumnya memang berfungsi sebagai drainase.
Saluran drainase ini sebagian ditutup warga yang menyebabkan aliran air terhambat, sehingga terjadi genangan sampai ke jalan pada saat hujan dengan intensitas tinggi, seperti yang terjadi pada Jumat lalu.
Untuk tahap pertama, kata Tejo pada pertama Februari pihaknya melalui kontraktor pelaksana peninggian bandan jalan Kalimantan-Rawa Makmur, akan membongkar seluruh drainase di wilayah ini agar aliran air lancar. Pasalnya, ketika dicek di lapangan drainase banyak tersumbat sampah dan sebagainya, sehingga jika hujan lebat badan jalan terandam banjir,” tambah Tejo.
Selain sampah juga pengaruh dari sidementasi, sehingga menyebabkan saluran drainase dangkal dan air tidak lancar mengalir. Hal ini bila terjadi hujan lebat berlangsung lama badan jalan tergenang banjir, sehingga menyebabkan arus lalu lintas kendaraan di jalur utama dari Bengkulu Utara masuk ke Kota Bengkulu menjadi lumpuh.
Tejo Suroso menambahkan, untuk rencana peninggian badan jalan setinggi satu mater dengan struktur rigid pavement atau perkerasan kaku, seperti struktur jalan tol nantinya juga akan dibarengi dengan pembuatan yudik atau saluran air di kiri kanan jalan sehingga kedepan alian air bisa tetap lancar.
Peninggian jalan dengan lebar kisaran 8-10 meter itu diakui Tejo Suroso kemungkinan nantinya akan mempengaruhi perumahan maupun toko di sekitar jalan yang posisinya akan lebih rendah dari jalan.
Untuk itu, Dinas PUPR Bengkulu akan meminta Pemkot Bengkulu melalui Camat dan Lurah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana untuk meninggikan badan Jalan Kalimatan-Rawa Makmur, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar sesuai rencana.
Dengan penambahan tinggian badan jalan satu meter, kata Tejo Suroso dipastikan ruko akan sangat rendah di bawah jalan. Tapi bila masalah ini tidak segera di atasi, maka Jalan Kalimantan-Rawa Makmur akan terus menjadi langganan banjir setiap datang musim hujan.
Akibatnya, aktivitas masyarakat menjadi terganggu, terutama mereka yang berada di sekitar ruas Jalan Kalimantan-Rawa Makmur. “Kita minta Pemkot Bengkulu melalui Pak Lurah atau Camat melakukan sosialisasi atas rencana peninggian badan Jalan Kalimantan-Rawa Makmur pada tahun ini agar tidak jadi langganan banjir ke depan,” demikian Tejo.
Editor : Usmin










