Alur Sudah Terbuka, Kapal Ukuran Besar Belum Bisa Keluar Masuk Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu

oleh -120 Dilihat
Sebuah kapal keruk berada di alur pelabuhan Pulau Baai,Bengkulu untuk mengeruk timbunan pasir yang ada di kolam tersebut. Foto ini diambil pada awal Juli 2025 lalu.(Foto HB/Usmin)
Sebuah kapal keruk berada di alur pelabuhan Pulau Baai,Bengkulu untuk mengeruk timbunan pasir yang ada di kolam tersebut. Foto ini diambil pada awal Juli 2025 lalu.(Foto HB/Usmin)

Bengkulu- Meski alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu sudah terbuka sejak 6 Juli 2925 lalu, tapi hingga saat ini kapal ukuran besar belum bisa masuk ke pelabuhan tersebut. Alasanya, kedalaman alur masih 3 meter.

Dengan kedalaman alur hanya 3 meter, maka hanya kapal-kapal ukuran kecil yang bisa masuk ke pelabuhan Pulau Baai. Sedangkan kapal besar draf di atas 3 meter terpaksa harus menunggu kedalaman alur minimal 4-5 meter.

Bahkan, kapal kecil keluar masuk alur pelabuhan Pulau Baai harus menunggu pasang naik agar saat melintas di wilayah Lamtera tidak kandas. “Alur pelabuhan Pulau Baai saat ini masih belum aman dilewati kapal baik kecil maupun besar karena kedalamanya belum sesuai harapan,” kata salah seorang pengusaha jasa angkutan pelabuhan di Bengkulu kepada Harapan Baru News.com, Senin (14/7/2025).

Ia mengatakan, akibat kedalaman alur belum normal pada Senin pagi sebuah kapal barang kandas dan baru bisa keluar setelah datang pasang besar.

“Jadi, meski alur sudah trerbuka tapi untuk keluar masuk kapal masih belum aman dan kita berharap pihak PT Pelindo Bengkulu segera mempercepat pengerukan, sehingga kedalaman alur bisa di atas lima meter dan kapal kecil dan besar sudah lancar ke luar masuk Pulau Baai,” ujarnya.

Dijelaskan, beberapa kapal ukuran besar bermuatan CPO yang sudah empat bulan lebih terperangkap di pelabuhan Pulau Baai, akibat alur tertutup pasir, dan setelah alur terbuka dipaksakan keluar dari pelabuhan Bengkulu dengan mengurangi muatan agar kapal bisa lolos melewati alur masuk.

Soalnya, jika kapal tersebut tidak keluar dari pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, maka CPO yang ada di atas kapal akan membeku dan mengalami kerugian miliaran rupiah. Selain itu, pihak pengusaha penyediaan kapal juga mengalami kerugian karena harus mengeluar biaya lagi.

Karena itu, muatan yang ada di atas kapal harus dikurangi agar kapal bisa keluar dari pelabuhan Pulau Baai. Dalam satu kapal muatan dikurangi 600-1.000 ton.

“Yang penting kapal bisa keluar dari Bengkulu meski harus membongkar muatan. Pasalnya sudah empat bulan nginap di Pulau Baai dan biaya operasional yang kita keluar cukup besar,” kata salah satu pimpinan perusahaan penyedia kapal angkutan di daerah ini.

Para pelaku usaha yang bergerak di pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu mengharapkan pihak PT Pelindo agar menambah kapal keruk, sehingga timbunan pasir jutaan metrik ton yang ada di alur pelabuhan dapat diangkat ke atas, sehingga kedalaman sesuai harap 5-6 meter.

Dengan kedalaman alur 5-6 meter ini, maka semua jenis kapal baik ukuran cekil dan besar sudah bebas masuk ke pelabuhan Pulau Baai, sehingga pengapalan batubara, CPO, cangkang sawit dan komoditi lainya dapat kembali berjalan normal seperti sedia kalah.

“Sudah 4 bulan lebih Pak, kami tidak ada kegiatan karena kapal tidak bisa masuk ke Bengkulu akibat alur pelabuhan berubah menjadi lapangan sepak bola. Sekarang alur sudah terbuka dan kapal sudah bisa masuk ke pelabuhan. Sayangnya kedalaman alur yang sudah dikeruk tidak sampai 4 meter. Akibatnya, kapal ukuran besar tidak bisa masuk,” tambahnya.

Semetara itu, General Maneger (GM) PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, S Joko yang dikonfirmasi Harapan Baru News.com melalui WhatsApp, Senin (14/7/2025) mengatakan, hasil pengerukan alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu tahap I kedalaman 4 meter dan alur berhasil terbuka pada tanggal 6 Juli pukul 20.00 WIB.

Joko menjelaskan, sejak alur terbuka pada 6 Juli lalu, hingga Senin (14/7/2025), sudah sebanyak 45 kapal keluar dan masuk alur dan melakukan kegiatan di pelabuhan Pulau Baai.

“Untuk kegiatan pengerukan tahap II dengan sasaran kedalaman alur 6,5 meter akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ujar Joko singkat.

Terkait apakah ada rencana PT Pelindo Regional 2 Bengkulu menambah kapal keruk agar pekerjaan pengerukan alur dapat dituntaskan lebih cepat, Joko tidak menjawab.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.