GUSRIL PAUSI, POTENSI MEMIMPIN PROVINSI BENGKULU KE DEPAN

oleh -90 Dilihat

*Kepemimpinan Sebagai Bupati Kaur Menjadi Indikato*

 

Oleh Lekat S. Amrin

PERBINCANGAN terkait kepemimpinan provinsi Bengkulu ke depan saat ini mulai mengemuka. Terutama di kalangan politisi lokal yang tergabung di berbagai internal partai politik. Partai berlambang beringin provinsi Bengkulu (Partai Golkar) setidaknya telah mengemukakan sejumlah nama. Namun yang paling santer disebut pada internal yaitu Bupati Kabupaten Kaur dua priode, Gusril Pausi, M.Ap. Sementara nama lain di internal masyarakat di kota Bengkulu muncul nama Dr. Dedy Wahyudi.

Tokoh masyarakat Bengkulu, H. Hamdani Yacub kepada penulis mengatakan, memang saat ini tongkat estafet kepemimpinan Bengkulu berada di usia mereka. “Saat ini memang saatnya generasi Gusril Pausi atau Dedy Wahyudi untuk mengambil posisi dalam memimpin Bengkulu. Baik sebagai bupati atau Wali Kota, begitu pun sebagai Gubernur Bengkulu,” kata H. Hamdani Yacub.

Sementara sejumlah kader Golkar yang tidak mau disebut nama mengatakan, Gusril Pausi salah seorang kader Golkar yang berpotensi untuk digadang pada kompetisi Pemilihan Gubernur Bengkulu priode 2029-2034 mendatang. Sejumlah persyaratan internal dipandang telah memenuhi kriteria kepemimpinan pada level provinsi.

“Prestasi di bidang organisasi yang dipimpinnya yaitu sebagai Ketua Golkar Kaur tiga priode Gusril Pausi telah membuktikan mampu membesarkan partai, dengan menjadikan partai ini dua kali berturut-turut menjadi pimpinan di DPRD, dan dua kali mengantarkan dirinya sebagai Bupati Kaur,” demikian kata tokoh Golkar tersebut kepada penulis.

Sementara penilaian dari tokoh partai Politik lain yaitu dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jauhari Salim, S.Sos mengatakan, Gusril Pausi salah seorang tokoh yang berpotensi dalam kepemimpinan provinsi ke depan.

“Indikator yang akan dilihat masyarakat provinsi Bengkulu tidak lain prestasi selama menjadi Bupati Kaur. Ini pasti menjadi tolak ukur yang akan diangkat oleh rivalitas dari tokoh yang dimunculkan oleh partai politik lain,” kata Jauhari Salim kepada penulis.

Karena Gusril yang sudah memimpin dua priode sebagai Bupati tidak lain yang disoroti adalah prestasi-prestasi yang dirasakan masyarakat sejauh mana pencapaian secara nyata. Untuk priode kedua ini banyak yang telah dilakukan Gusril terkait pembuktian visi dan misinya sebagai seorang kepala daerah.

Ada sejumlah gebrakan Bupati Gusril menyangkut hajat orang banyak, seperti penyelesaian persoalan listrik telah tuntas pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dari Bengkulu Selatan hingga Kaur dapat diselesaikannya dengan baik, sehingga durasi mati lampu sudah dapat diatasi.

Persoalan kesehatan, Gusril Pausi telah mampu meningkatkan pelayanan di Rumah Sakit Cahaya Bathin secara maksimal, dengan mendatangkan para dokter ahli. Kemudian melakukan pembenahan fasilitas Puskesmas se Kabupaten Kaur.

Terkait bidang pendidikan, saat ini Gusril melakukan upaya maksimal perbaikan fasilitas semua Sekolah Dasar se Kabupaten Kaur, termasuk mendukung semua program nasional yang digagas Presiden Prabowo terkait pembangunan Sekolah Rakyat. Karena sekolah ini untuk provinsi Bengkulu hanya di Kota Bengkulu dan Kabupaten Kaur.

Program pertanian atau perkebunan yang sangat ditunggu masyarakat Kaur adalah bantuan sejuta bibit sawit yang kini sedang berjalan setiap tahun, yang dijanjikan Gusril Pausi selama lima tahun priode kepemiminannya.

Sejumlah nama lain potensi kepemimpinan provinsi Bengkulu ke depan disebut-sebut yaitu Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi. Karena Wali Kota ini cukup fenomenal dalam menangani sejumlah persoalan klasik kota, antara lain penertiban pasar dan pembangunan estitika sebuah kota modern yang digalakkannya.

Tentu saja Gubernur saat ini, yaitu Helmy Hasan menjadi figure yang akan tetap dikedepankan dari Partai PAN provinsi Bengkulu, sekali pun kelemahan yang mencuat terkait keterlibatan sejumlah kasus korupsi di masa kepemimpinannya di kota Bengkulu, yang selalu diangkat oleh aktifis anti korupsi dan LSM di provinsi Bengkulu.

Potensi nama-nama lain yang secara diam-diam yang saat ini merupakan sumber daya manusia (SDM) asal Bengkulu yang berada di rantau, bisa saja muncul disaat menjelang kompetsi Pilkada di tahun 2029 mendatang. Baik yang berlatar belakang politisi, pengusaha, pensiunan TNI/Polri, atau mantan petinggi aparat penegak hukum (APH) lainnya.***

 

Penulis adalah Ketua Umum Forum Komunitas Peduli Bengkulu (FKPB) Provinsi Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.