Balai Bahasa Bengkulu Hasilkan 53 Produk Terjemahan, Lampaui Target 2026

oleh -14 Dilihat

Bengkulu – Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menghasilkan 53 produk terjemahan buku cerita anak dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia sepanjang 2026. Capaian tersebut melampaui target awal sebanyak 44 produk dan menjadi salah satu upaya memperkuat literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah.

Program penerjemahan itu disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Produk Penerjemahan dan Penganugerahan Anugerah Karsa Bahasa Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2026 di Aula Rafflesia Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Jumat (30/10).

Gubernur Bengkulu yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, mengapresiasi peran Balai Bahasa dalam mengembangkan, membina, dan melestarikan bahasa serta sastra daerah.

Menurut Khairil, bahasa merupakan bagian penting dari identitas bangsa sekaligus warisan budaya yang harus dijaga agar nilai, pengetahuan, dan kearifan lokal tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia mengatakan, penguatan budaya membaca membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari ketersediaan bahan bacaan yang menarik hingga keterlibatan masyarakat dalam membangun kebiasaan membaca.

“Penguatan budaya membaca membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari ketersediaan bahan bacaan, penyediaan bahan bacaan yang menarik, hingga keterlibatan masyarakat dalam membangun kebiasaan membaca,” kata Khairil.

Menurut dia, kegiatan membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan literasi masyarakat, mulai dari memahami dan menganalisis informasi hingga menghasilkan karya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan menjelaskan, penerjemahan buku cerita anak berbahasa daerah ke bahasa Indonesia dilaksanakan melalui Tim Kerja Penerjemahan.

Pada 2026, program tersebut menargetkan 44 produk, tetapi realisasinya mencapai 53 produk terjemahan. Hasil tersebut mencakup sejumlah bahasa dan dialek yang berkembang di Provinsi Bengkulu.

Andriana berharap produk terjemahan tersebut dapat memperluas akses anak-anak terhadap bahan bacaan berkualitas sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya lokal kepada generasi muda.

Selain diseminasi produk penerjemahan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian Anugerah Karsa Bahasa 2026. Penghargaan diberikan kepada tokoh, komunitas, dan lembaga yang dinilai berkontribusi dalam pemartabatan bahasa Indonesia serta perlindungan bahasa daerah di Provinsi Bengkulu.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap penghargaan tersebut dapat mendorong semakin banyak pihak terlibat dalam pengembangan bahasa dan sastra, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Balai Bahasa, komunitas, penulis, penerjemah, dan masyarakat.

Melalui berbagai upaya tersebut, pelestarian bahasa daerah diharapkan berjalan seiring dengan pengutamaan bahasa Indonesia, sehingga kekayaan budaya lokal tetap terjaga dan dikenal oleh generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.