Bengkulu– Upaya percepatan transformasi digital di Provinsi Bengkulu masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar. Mulai dari wilayah blank spot yang belum terjangkau jaringan internet, keterbatasan kapasitas penyimpanan data pemerintahan, hingga kebutuhan peningkatan sumber daya manusia dan sarana pendukung digitalisasi.
Berbagai aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu saat menerima kunjungan anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Destita Khairilisani, di Kantor Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan kebutuhan strategis daerah dalam mendukung percepatan digitalisasi pelayanan publik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Senator Ibu Destita ke kantor kami, sehingga kami bisa menyampaikan aspirasi dan dukungan,” ujar Nelly.
Salah satu persoalan utama yang disampaikan adalah kebutuhan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di empat wilayah blank spot di Provinsi Bengkulu yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses telekomunikasi dan internet.
“Salah satunya untuk pembangunan BTS bagi empat daerah blank spot yang ada di Provinsi Bengkulu,” katanya.
Nelly menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya telah melakukan berbagai langkah untuk mempercepat pemerataan akses digital. Salah satunya melalui pertemuan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dengan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada 12 Maret 2026 lalu.
Pertemuan tersebut membahas penanganan wilayah blank spot dan sinyal lemah di sejumlah desa di Bengkulu, agar masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati akses komunikasi dan internet yang lebih baik.
Selain persoalan infrastruktur jaringan, Kominfotik Bengkulu juga menyampaikan kebutuhan dukungan terhadap Pusat Data Nasional (PDN).
Menurut Nelly, kapasitas penyimpanan data yang dimiliki saat ini masih sangat terbatas untuk menampung seluruh data pemerintahan daerah.
“Program lain seperti Satu Data Bengkulu juga memerlukan support, selain itu peningkatan SDM dan sarana prasarana, sehingga tercipta transformasi digital menuju smart province,” jelasnya.
Ia berharap dukungan Senator Destita dapat menjadi jembatan advokasi ke pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten/kota agar pengembangan konsep smart city dan smart province di Bengkulu dapat berjalan lebih optimal.
“Semoga Ibu Senator dapat mengadvokasi seluruh kepala daerah untuk mendapatkan dukungan dalam pengembangan smart kabupaten/kota. Semoga ini memberikan spirit baru bagi kami untuk terus berbuat dari hal kecil,” tutup Nelly.
Menanggapi aspirasi tersebut, Senator Destita Khairilisani menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan digitalisasi Bengkulu, khususnya dalam mendukung pemerataan akses internet dan peningkatan layanan informasi publik.
“Tadi saya sudah mendengarkan aspirasi dari teman-teman Kominfo, KPID, dan KIP. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Saya sebagai perwakilan Provinsi Bengkulu siap berkolaborasi dan berjuang mewujudkan aspirasi serta harapan yang disampaikan,” ujar Destita.
Ia memastikan seluruh kebutuhan tersebut akan terus didorong bersama demi kepentingan masyarakat Bengkulu.
“Untuk kepentingan masyarakat Bengkulu, kita dorong sama-sama. InsyaAllah ini kita perjuangkan dan semoga dapat segera terealisasikan,” pungkasnya.
Dukungan lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya transformasi digital Bengkulu menuju smart province, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik berbasis teknologi di seluruh wilayah provinsi.
Editor. : Usmin









