51 PKL Jalan KZ Abidin Direlokasi ke PTM Kota Bengkulu

oleh -57 Dilihat
Plt Kadis Perindag Bengkulu, Alex Periansyah dan Kasat Pol PP, Sahat Sitomorang tengah memberikan pengarahan kepada PKL yang akan direlokasi ke Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu.(Foto/Ist)
Plt Kadis Perindag Bengkulu, Alex Periansyah dan Kasat Pol PP, Sahat Sitomorang tengah memberikan pengarahan kepada PKL yang akan direlokasi ke Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Sebanyak 51 pedagang kali lima (PKL) di Jalan KZ Abidin Kota Bengkulu, resmi direlokasi Pemkot Bengkulu ke Pasar Tradisional Modern (PTM) daerah ini. PKL yang direlokasi tersebut, selama ini berjualan di bahu Jalan KZ Abidin, akibatnya ruas jalan menyempit sehingga menyebabkan kemacaten arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Pemkot Bengkulu dibawah kendali Wali Kota Dedy Wahyudi melakukan penataan kawasan pasar tradisional yang ada di daerah ini, termasuk para PKL yang berjualan di bahu jalan, trotoar dan diluar pasar ditertibkan.

Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KZ Abidin 1, Kota Bengkulu, dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu.

Puluhan PKL yang direlokasi tersebut, mendapatkan fasilitas gratis retribusi selama tiga bulan pertama dari Pemkot Bengkulu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban PKL berjualan di tempat baru tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Alex Periansyah, di Bengkulu, Jumat (9/1/2026) mengatakan, saat ini tersedia sekitar 100 kios di PTM. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup karena PKL yang direlokasi hanya berjumlah 51 orang.

PKL yang menempati kios di PTM nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan jenis usahanya. Klasifikasi tersebut meliputi pedagang kuliner, fashion, dan asesoris.

Penertiban dan relokasi ini dilakukan sebagai upaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan di kawasan pusat kota. Pemerintah berharap aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih teratur.

Selain itu, langkah ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki. Dengan trotoar yang kembali steril, kenyamanan dan keselamatan masyarakat diharapkan dapat meningkat.

Pemkot Bengkulu setelah menertibakan para PKL di Jalan KZ Abidin akan meneruskan penertiban pedagang di Pasar Panorama. Saat ini, sudah ratusan lebih pedagang yang berjualan di bahu jalan dan trotoar di Jalan Semangka.

Akibatnya, setiap hari Jalan Semangka mengalami kemacetan dan sangat pengganggu pengguna jalan akibat ratusan PKL berjualan di kawasan ini. Mayoritas lapak tempat PKL berjualan merupakan lahan parkir, sehingga badan jalan menyempit.

Hal ini terjadi karena diduga lahan parkir disemawakan oleh petugas kepada para PKL tersebut. Dengan disewa lahan parkir maka jumlah PKL di Jalan Semangka semakin bertambah banyak, dan arus lalu lintas semakin macet.

Sementara disatu sisi ratusan kios dan los di Pasar Panorama kosong dan tidak ditempati pedagang. Hal ini terjadi karena pemilik kios berjualan di luar pasar. Alasan mereka tidak ada pembeli datang ke dalam pasar.

Masyarakat sangat mendukung rencana Pemkot Bengkulu untuk membersihkan para PKL di sepanjang Jalan Semangka, sehingga arus lalu lintas di kawasan ini tidak mengalami kemacetan lagi seperti terjadi saat ini.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.