41 Desa di Bengkulu Masih Blankspot dan Lemah Signal

oleh -61 Dilihat
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkuli, Nelly Alesa.(Foto/RRI)
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkuli, Nelly Alesa.(Foto/RRI)

Bengkulu- Sebanyak 41 desa dari 1.514 desa di Provinsi Bengkulu, masih blankspot dan lemah signal, sehingga pemerataan jaringan telekomunikasi masih menjadi tantangan di sejumlah daerah di wilayah ini.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa menjelaskan, dari 41 desa tersebut, empat desa masuk kategori blankspot atau sama sekali tidak memiliki jaringan.

Desa tersebut, antara lain Desa Danau Liang di Kabupaten Lebong, Desa Tebat Laut di Kabupaten Kepahiang, serta Desa Arga Mulya dan Tanjung Aur di Kabupaten Kaur.

Sementara itu, sebanyak 37 desa lainnya berada dalam kategori low (lemah) signal dengan sebaran terbanyak terdapat di Kabupaten Mukomuko. Di wilayah tersebut, hanya menerima sinyal lemah yang belum mampu mendukung aktivitas komunikasi dan akses digital secara optimal.

“Semua desa berstatus blankspot dan low signal tersebut, katanya akan dimasukan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah lima tahunan. Perencanaan ini akan menjadi acuan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur telekomunikasi,” ujarnya.

Ia mengatakan meski terkendala anggaran, pihaknya menargetkan penanganan daerah blankspot dapat dilakukan pada tahun 2026. Setelah itu, fokus penanganan akan diarahkan pada wilayah yang masih mengalami low signal.

Berdasarkan laporan dari para penyedia layanan, kondisi blankspot dan low signal terjadi karena letak desa yang berada di kawasan perkebunan dan pegunungan. Faktor geografis tersebut menyulitkan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan jaringan di wilayah-wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan komunikasi dan akses digital secara lebih merata dan optimal.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.