Universitas Bengkulu Tahun 2025–2029 :   Unggul, Inklusif, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas

oleh -73 Dilihat
Rektor Unib, Indra Cahyadinata didampingi para Warek dan Ketua Senat Universitas Bengkulu, serta pejabat PPID pada acara Coffe Morning di ruang Pojok I, Kampus Unib Bengkulu, Selasa 16 Desember 2025.(Foto HB/Usmin)
Rektor Unib, Indra Cahyadinata didampingi para Warek dan Ketua Senat Universitas Bengkulu, serta pejabat PPID pada acara Coffe Morning di ruang Pojok I, Kampus Unib Bengkulu, Selasa 16 Desember 2025.(Foto HB/Usmin)

Bengkulu-niversitas Bengkulu (Unib) memasuki babak baru kepemimpinan menyusul pelantikan pimpinan universitas periode 2025–2029. Kepemimpinan Unib kini diemban oleh Prof Indra Cahyadinata sebagai Rektor didampingi Warek I Bidang Akademik, Prof Kamaludin, Warek II Bidang Keuangan dan Umum, Dr Yulian Fauzi, Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Agustin Zarkani, serta Warek IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof Ashar Muda Lubis.

Usai pelantikan, jajaran pimpinan Unib langsung melakukan konsolidasi internal, penyamaan persepsi, serta audiensi dan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai bagian dari komitmen transparansi publik, Unib juga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui audiensi yang diselenggarakan pada Selasa (16/12/2025).
Pada kesempatan tersebut, pimpinan Universitas Bengkulu memaparkan visi, misi, serta rencana dan target program kerja Unib Tahun 2025–2029 sebagai arah transformasi institusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Landasan dan Tantangan Strategis

Rencana strategis Unib 2025–2029 disusun dengan memperhatikan berbagai dinamika internal dan eksternal. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Unib 2020–2045, Unib telah menetapkan arah transformasi tata kelola berbasis data dan outcome, penguatan riset dan inovasi, perluasan jejaring nasional dan internasional, serta integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan pembangunan daerah.

Sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Provinsi Bengkulu, Unib saat ini memiliki 8 fakultas dan 84 program studi. Pada periode kepemimpinan 2025–2029, Unib menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh sebagai global university yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Dari sisi internal, Unib mencatat berbagai capaian positif, antara lain peningkatan signifikan jumlah penelitian dan publikasi internasional terindeks Scopus, serta peningkatan jumlah program pengabdian kepada masyarakat.

Namun demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diakselerasi, seperti hilirisasi dan komersialisasi hasil riset, peningkatan proporsi dosen bergelar doktor dan guru besar, penguatan infrastruktur riset dan pembelajaran, integrasi sistem informasi, serta optimalisasi internasionalisasi.

Dari sisi eksternal, Unib mengemban mandat strategis untuk mendukung kebijakan nasional, termasuk peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi, penurunan pengangguran terdidik, penguatan kapasitas riset dan inovasi, serta kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan 15 (Ekosistem Daratan).

Visi dan Misi Kepemimpinan Unib 2025–2029

Visi: Universitas Bengkulu sebagai Kampus Unggul, Inklusif, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas melalui pendidikan berkualitas, riset yang bermanfaat, dan pengabdian yang memberdayakan secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan enam misi utama, yakni, pertama Meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan tantangan era digital dan Revolusi Industri 5.0 melalui penguatan kurikulum berbasis outcome.

Kedua Mendorong penelitian dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri melalui penguatan ekosistem riset, hilirisasi, dan kolaborasi quadruple helix.

Ketiga, Memperkuat pengabdian kepada masyarakat yang transformatif dan solutif berbasis potensi lokal serta mendukung pencapaian SDGs

Keempat, Menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, dan kompetensi global mahasiswa untuk melahirkan lulusan unggul dan berdaya saing.

Kelima, Mewujudkan tata kelola universitas yang akuntabel, transparan, dan berorientasi hasil (outcome-based governance).

Keenam Menguatkan posisi Unib sebagai simpul pertumbuhan ekonomi dan pusat keunggulan akademik kawasan barat Indonesia menuju universitas kelas dunia.

Arah Strategi dan Program Unggulan

Untuk merealisasikan visi dan misi tersebut, Unib menetapkan tujuh strategi utama, meliputi:

(1) Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kurikulum berorientasi masa depan, integrasi sertifikasi dan microcredentials, digitalisasi asesmen pembelajaran, serta peningkatan standar sarana-prasarana pembelajaran.

(2) Tata Kelola dan Digitalisasi Sistem, dengan pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi Unib (SITU), penerapan e-office dan e-SDM, serta kebijakan berbasis data melalui dashboard kinerja.

(3) Riset dan Inovasi, dengan fokus pada riset transdisipliner kawasan pesisir, hutan tropis, dan biosains, penguatan konsorsium riset nasional dan global, serta optimalisasi hilirisasi hasil riset.

(4) Pemberdayaan Masyarakat dan Kampus Berdampak, melalui model living lab, KKN tematik berbasis SDGs, advokasi kebijakan publik daerah, program afirmasi pendidikan, hingga percepatan rumah sakit pendidikan.

(5) Internasionalisasi dan Reputasi Global, melalui pengembangan program studi berorientasi internasional, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta penguatan kerja sama dengan universitas kelas dunia.

(6) Pengembangan SDM Unggul, dengan peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar, percepatan karier akademik, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.

(7) Diversifikasi Pendanaan dan Kemandirian Universitas, melalui pengembangan unit bisnis strategis, unit layanan profesional, dan peningkatan rasio PNBP non-UKT hingga 20 persen pada tahun 2029.

Transformasi Unib 2025–2029

Peta jalan transformasi Unib dirancang secara bertahap dan berkelanjutan, yaitu:

* 2025–2026: Penguatan keunggulan Unib melalui peningkatan kualitas Tri Dharma.

*2026–2027: Penguatan prinsip inklusivitas dan kesetaraan akses.

*2027–2028: Akselerasi inovasi dan pembaruan kelembagaan.

*-2028–2029: Penguatan dampak Unib sebagai pusat solusi nyata
bagi masyarakat.

Seluruh tahapan tersebut bermuara pada kontribusi Unib dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.

Tentang Universitas Bengkulu

Universitas Bengkulu (Unib) merupakan perguruan tinggi negeri di Provinsi Bengkulu yang berkomitmen menjadi pusat keunggulan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal dan berorientasi global.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.