Bengkulu-Anggota DPRD Kota Bengkulu, dari Dapil II Kecamatan Gading Cempaka dan Singaranpati, Riuslan menggelar reses pertama tahun 2026, bertempat di halaman Masjid Al Hidayat Kelurahan Sidomulyo, Senin (16/2/2026).
Rases untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah yang diwakili dapil II Kecamatan Singaranpati dan Kecamatan Gading Cempaka dihadiri ratusan masyarakat dari sejumlah kelurahan dalam wilayah dua kecamatan tersebut.
Riuslan mantan wartawan RRI ini mengawali sambutanya meminta maaf kepada masyarakat dari dapil yang diwakili karena berbagai usulan masyarakat pada saat reses tahun 2025 lalu, tidak semuanya dapat direalisasi pada tahun 2026 ini, karena kebijakan pemerintah melakukan efisiensi.
Akibatnya, berbagai usulan masyarakat, terutama infrastruktur tidak dapat diakomondir dengan baik mengingat anggaran pembangunan yang dimiliki Pemkot Bengkulu pada tahun 2026 terbatas.
Selain itu, Pemkot Bengkulu masih menfokuskan pembangunan infrastruktur jalan sehingga sebagian besar anggaran di sektor lain tersedot ke infrastruktur. “Saya mohon maaf kepada bapak ibu, belum bisa merealisasikan beberapa usulan pada reses tahun lalu pada tahun 2026 ini,” ujar Riuslan.
Meski demikian, beberapa usulan masyarakat yang disampaikan tahun lalu ada sebagian direalisasikan pada tahun anggaran 2026. Hal ini terwujud setelah pihaknya berjuang meminta Pemkot Bengkulu dalam hal ini Dinas PUPR Kota Bengkulu untuk merealisasikan usulan masyarakat yang disampaiknya beberapa waktu lalu ke pihak pemerintah.
“Alhamdulillah masih ada obat kekecewaan dari beberapa usulan yang kita ajukan mendapat respon positif dari Pemkot Bengkulu. Insya Allah usulan masyarakat dapil Singaranpati dan Gading Cempaka tersebut, akan direalisasikan oleh instansi terkait dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Salah satu dari empat usulan yang respon Pemkot Bengkulu, dan tahun ini akan direalisasikan perbaikan drainase. Hal ini dilakukan salah satu upaya untuk mengurangi banjir pada musim hujan di wilayah tersebut.
Riuskan mengakui dirinya sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Bengkulu, berbagai usulkan dari masyarakat yang disampaikan pada saat reses bukan hanya didengar tapi benar-benar disampaikan dan diperjuangkan untuk direalisasikan oleh dinas tehnis tersebut.
Namun, lagi-lagi usulan tersebut tidak dapat diwujudkan Pemkot Bengkulu secara menyeluruh karena terbatasan anggaran sebagai dampak dari efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat. “Saya sebenarnya tidak enak hati, usulan yang disampaikan warga saat reses tidak dapat direalisasikan, tapi itulah faktanya,” ujar mantan Ketua PWI Provinsi Bengkulu ini.
Meski demikian, katanya sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Bengkulu dirinya tidak pantang menyerah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat ke pemerintah, karena hal ini sudah menjadi kewajibanya untuk mewujudkan keinginan dari konstituen yang diwakiknya.
“Saya tidak akan berhenti untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dapil II Kecamatan Gading Cempaka dan Singaranpati ke Pemkot Bengkulu, termasuk berbagai usulan yang disampaikan pada reses hari ini,” ujarnya.
Berobat Gratis Tetap Jalan
Terkait BPJS gratis, Riuslan mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan berobat gratis karena warga Kota Bengkulu sudah dijamin Pemkot Bengkulu dan Pemerintah Pusat, serta program lainnya.
“Jika ada warga yang berobat di rumah sakit atau puskesmas tidak dilayani karena kartu BPJS tidak aktif, silakan menghubungi dirinya dan akan dibantu untuk aktifkan kembali,” ujarnya.
DPRD Kot Bengkulu dan Pemkot setempat sudah sepakat untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga Kota Bengkulu. “Jadi, bagi warga Kota Bengkulu, tidak perlu khawatirkan BPJS tidak aktif tetap dilayani berobat dengan baik oleh rumah sakit dan puskesmas setempat,” ujarnya.
Bahkan, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi sudah menjelaskan, warga kota yang BPJS tidak aktif tetap dilayani ketika akan berobat di rumah sakit dan puskesmas serta fasilitas kesehatan lainya di daerah ini.
Sebab, Pemkot Bengkulu telah menganggarkan dana APBD untuk membiayai program berobat gratis. Hal yang sama juga dilakukan Pemprov Bengkulu. “Jadi, masyarakat kota meski BPJS tidak aktif tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis,” demikian Risulan.
Dalam reses tersebut, mayoroitas masyarakat dari dapil II Kecamatan Gading Cempaka dan Singaranpati masih berkutat pada usulan perbaikan siring lingkungan, jalan lingkungan, lampu penerangan jalan dan perbaikan jalan di komplek perumahan di beberapa lokasi di dua kecamatan tersebut.
Riuslan menambahkan, semua usulan masyarakat pada reses ini tampung dan dicatat untuk dibahas dengan dinas terkait, agar dapat direalisasikan Pemkot Bengkulu. “Kita berharap tahun depan tidak ada lagi efisiensi, sehingga usulan yang disampaikan pada reses kali ini dapat diwujudkan Pemkot Bengkulu,” demikian Riuslan.
Editor : Usmin









