Realisasikan Target Swasembada Beras, Distan Mukomuko Targetkan Petani Panen Tiga Kali Setahun

oleh -9 Dilihat
Distan Mukomuko tergetkan para petani tanam tiga kali setahun guna mencapai swasembada pangan tahun 2026.(Foto/Ist)
Distan Mukomuko tergetkan para petani tanam tiga kali setahun guna mencapai swasembada pangan tahun 2026.(Foto/Ist)

Bengkulu- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provivi Bengkulu mulai tahun 2026 mendatang menargetkan panen padi tiga kali setahun. Hal ini dilakukan agar target Kabupaten Mukomuko swasembada pangan dapat direalisasikan.

Untuk realisasikan rencana itu, Pemkab melakui Distan Mukomuka telah menunjuk sembilan kelompok tani (Poktan) untuk menggarap sawah irigasi tehnis seluas 809 hektare. Sawah seluas ini ditarget panen tiga kali setahun.

“Kita segera wujudkan swasembada beras. P Mukomuko dengan menetapkan sembilan poktan untuk menggarap sawah seluas 809 hektare dengan pola tanam tiga kali setahun. Jika ini berjalan baik Insya Allah tahun depan kita swasembada,” kata2025). Kepala Seksi (Kasi) Saprodi, Alsintan, dan Pembiayaan Dinas Pertanian Mukomuko, Dodi Hardiansyah, Sabtu (22/11/2025).

Ia mengatakan, selama ini petani sawah di Mukomuko sulit melasanakaan panen padi tiga kali setahun terbatasnya sarana irigasi dan pala tanam bergantung pada hujan.

Namun, tersebut akan diatasi pada tahun 2026 mendatang, Sebab, sektor pertanian mendapat dorongan baru melalui program Optimasi Lahan (Oplah) non rawa dari pemerintah pusat.
Sebanyak 809 hektare lahan di Mukomuko ditetapkan sebagai penerima program, dikelola oleh sembilan kelompok tani. Kecamatan Ipuh menjadi penyumbang porsi terbesar dan menjadi pusat percepatan menuju swasembada.

Dodi Hardiansyah menyebutkan, enam dari sembilan kelompok penerima program berada di Kecamatan Ipuh, dengan total lahan lebih dari 100 hektare.  Dengan adanya tambahan jaringan irigasi air tanah, pihaknhya sangat optimisti pada tahun 2026, para petani di Kecamatan Ipuh dan sekitarnya bisa melaksanakan tanam padi tiga kali setahun.

Selama ini, tambah Dodi sebagian besar petani bergantung penuh pada curah hujan, karena sawah mereka mayoritas sawah tadah hujan, sehingga musim tanam akan berlangsung pada musim hujan, akibatnya, jadwal panen tidak menentu dan produksi panen juga mengalami hal sama.

“Kita berharap dengan jaringan irigasi yang cukup dan pasokan air juga cukup, maka petani dapat melaksanakan panen 3 kali setahun. Kami sangat optimistis jika ini dapat diwujudkan dengan baik, maka Kabupaten Mukomuko akan mengalami surplus beras,” ujarnya.

Saat ini, petani di Ipuh untuk mengalirkan air ke sawah-sawah berada di dataran tinggi masih menggunakan pipa. Namun sistem tersebut, belum memadai, terutama saat musim kemarau. Karena itu, percepatan pembangunan jaringan irigasi permanen menjadi kebutuhan mendesak.

Menurut Dodi, ketersediaan air menjadi kunci untuk meningkatkan intensitas tanam sekaligus mendongkrak produksi beras daerah. “Ini ikhtiar bersama. Jika jaringan irigasi memadai, petani tak lagi bergantung pada hujan. Tanam tiga kali setahun bukan lagi mimpi, tapi peluang nyata yang sudah di depan mata,” demikian Dodi.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.