PTBI 2025, Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Tahun 2026 Diperkirakan Meningkat

oleh -317 Dilihat
Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu menggelar acara PTBI tahun 2025, di salah satu hotel berbintang di Bengkulu, Jumat 28 November 2025.(Foto/Ist)
Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu menggelar acara PTBI tahun 2025, di salah satu hotel berbintang di Bengkulu, Jumat 28 November 2025.(Foto/Ist)

Bengkulu-Deputi Kepala Perwakilan BI Bengkulu, M Irfan Octama mengatakan, perekonomian daerah tetap berada pada jalur positif meskipun dipengaruhi ketidakpastian global yang masih tinggi.

Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu selama 2025 ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, terutama seiring perbaikan harga komoditas unggulan, seperti kopi dan crude palm oil (CPO). Kebijakan pencairan THR dan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara turut menjaga daya beli masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan M Irfan Octama pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2025, yang dilaksanakan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, di salah satu hotel berbintang di Bengkulu, Jumat (28/11/2025).

Pertemuan yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan,” dihadiri Gubernur Bengkulu, jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Bengkulu, Rektor Universitas Negeri dan swasta, serta para pelaku usaha binaan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu.

“Sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas serta mendorong kinerja ekonomi daerah di tengah gejolak global,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor pertanian dan perdagangan menjadi penopang utama perekonomian Bengkulu sepanjang tahun berjalan. Harga turunan sawit yang membaik, peningkatan produksi hasil peremajaan tanaman, serta membaiknya produksi pertanian menjadi faktor pendukung.

Sementara itu, aktivitas konsumsi masyarakat terus menghidupkan sektor perdagangan. Dari aspek pengendalian inflasi, BI mencatat bahwa inflasi Bengkulu pada 2025 masih terkendali dan berada dalam rentang target nasional.

Stabilnya inflasi dipengaruhi perbaikan pasokan hortikultura, pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), operasi pasar, serta dukungan sarana produksi pertanian bagi kelompok tani.

Memasuki 2026, Irfan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bengkulu berpotensi meningkat. Akselerasi konsumsi rumah tangga dan penguatan beberapa sektor utama diperkirakan menjadi pendorong utama.

“Program strategis seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, serta percepatan hilirisasi komoditas dinilai mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani,” tambah Irfan.

Pengguna QRIS Meningkat

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menyoroti perkembangan pesat digitalisasi pembayaran di Bengkulu. Hingga Oktober 2025, jumlah pengguna QRIS mencapai 262,8 ribu dengan 223,5 ribu merchant yang telah bertransaksi melalui sistem tersebut.

Inovasi seperti QRIS TAP dan QRIS Cross Border dianggap memperkuat efisiensi transaksi dan membuka peluang ekonomi digital lintas negara.

Irfan menekankan, penguatan sinergi lintas sektor menjadi kunci menghadapi dinamika ekonomi ke depan. Empat fokus strategis yang akan terus didorong mencakup peningkatan iklim investasi, penguatan hilirisasi dan akses pembiayaan, penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, serta diplomasi percepatan proyek infrastruktur dan kawasan industri.

 

Editor : Usmin

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.