Perkuat KRS, BKKBN Bengkulu Libatkan Rbuan Mitra

oleh -154 Dilihat
Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari.(Foto/Dok)
Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari.(Foto/Dok)

Bengkulu-Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Bengkulu, terus mendorong penurunan angka stunting melalui semangat gotong royong masyarakat.

Program ini mengoptimalkan peran orang tua asuh yang berasal dari individu, komunitas, hingga BUMN dalam membantu keluarga berisiko stunting melalui intervensi nutrisi, sanitasi, edukasi, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

“Seluruh upaya tersebut kita fokuskan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas,” kata Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari, di Bengkulu, Selasa (6/1/2026).

Ia mengatakan, dalam pelaksanaannya, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melibatkan lebih dari seribu mitra lintas sektor. Konvergensi ini dilakukan untuk memperkuat pendampingan terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS) sebagai bagian dari percepatan pencegahan stunting di daerah.

Aksi peduli stunting sepanjang tahun 2025 di Bengkulu melibatkan lebih dari seribu mitra yang secara aktif mendampingi sebanyak 29.325 keluarga berisiko stunting.

“Mitra yang terlibat berasal dari berbagai unsur, di antaranya dua lembaga BUMN, tiga lembaga swasta, 263 perorangan, serta 1.061 komunitas dan kelompok masyarakat,” ujar Zamhari.

Para mitra tersebut, kata Zamhari berperan aktif dalam berbagai bentuk intervensi, mulai dari pemberian nutrisi kepada 990 penerima manfaat, perbaikan tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan sarana air bersih bagi 66 sasaran KRS, hingga pembangunan jamban sehat untuk 623 sasaran KRS.

Selain itu, kegiatan edukasi juga menjangkau 27.537 penerima manfaat guna meningkatkan pengetahuan keluarga dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Zamhari menegaskan, penguatan KRS tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui keterlibatan aktif para mitra, intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tapi edukatif dan berkelanjutan.

Serta mencakup pemenuhan gizi, pendampingan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan kapasitas keluarga dalam mencegah stunting secara jangka panjang.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.