OJK Menilai Perbankan di Bengkulu Tumbuh Baik, Kredit dan DPK Naik

oleh -3 Dilihat
Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laksmi Sintya Dewi dan para dampingi pejabat OJK setempat memberikan keterangan pada acara OJK Update tahun 2026.(Foto HB/Usmin)
Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laksmi Sintya Dewi dan para dampingi pejabat OJK setempat memberikan keterangan pada acara OJK Update tahun 2026.(Foto HB/Usmin)

Bengkulu- Kepala Otoristas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, Ayu Laksmi Sintya Dewi mengungkapkan kinerja perbankan di Provinsi Bengkulu menunjukkan tren positif. Secara agregat, total aset bank umum tumbuh 6,38 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Demikian pula penyaluran kredit kepada masyarakat juga meningkat sebesar 5,58 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami hal sama naik 5,12 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Bengkulu pada acara Media Update OJK Provinsi Bengkulu, di Bengkulu, Kamis (5/3/2-26). Acara ini dihadiri ratusan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik dan media online.

Dijelaskan, penyaluran kredit perbankan di Bengkulu masih didominasi sektor konsumsi dengan porsi 53 persen. Sementara kredit produktif mencapai 47 persen dengan 44 persen di antaranya disalurkan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dari sisi likuiditas, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bank umum di Bengkulu tercatat 163,11 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di level 86,44 persen. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan penguatan sumber dana di daerah untuk menjaga keseimbangan likuiditas perbankan.

Sementara dari sisi lain, kinerja Bank Perkreditan Rakyat dan BPR Syariah (BPR/S) juga menunjukkan tren membaik. Tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.

Penyaluran kredit BPR/S didominasi sektor konsumsi sebesar 52 persen, diikuti kredit modal kerja 35 persen dan investasi 13 persen. Berdasarkan kategori usaha, kredit lebih banyak disalurkan kepada sektor non-UMKM sebesar 57 persen, sedangkan UMKM memperoleh porsi 43 persen.

Rasio LDR BPR/S Bengkulu tercatat 117,61 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 104,52 persen. Angka tersebut menunjukkan fungsi intermediasi BPR, khususnya dalam penyaluran kredit, masih berada pada level relatif stabil.

Ayu Laksmi Syntia Dewi menambahkan, stabilitas sektor perbankan di Bengkulu secara umum masih terjaga dengan tren pertumbuhan yang positif. “Secara umum kinerja perbankan di Bengkulu menunjukkan pertumbuhan yang baik, baik dari sisi aset, kredit maupun penghimpunan dana masyarakat,” ujarnya.

Penipuan Keuangan Online

Terkait penipuan transaksi keuangan online, Kepala OJK Bengkulu mengatakan, jika masyarakat merasa tertipu langsung laporkan Indonesia Anti Scan Centre (IASC). Lembaga ini bertugas mengurus penituan transaksi keuangan secara online.

“Jadi, masyarakat yang merasa tertipu bertransaksi keuangan online silakan melaporkan IASC dan laporan masyarakat langsung direspon. Masyarakat begitu merasa tertipu langsung mendatangi petugas IACS atau datang ke kantor OJK terdekat,” ujarnya.

Ayu Laksmi mengimbau masyarakat Bengkulu untuk tidak tergiur dengan iming-iming dari lembaga jasa keuangan ilegal yang menjanjikan hadiah besar. Jika masyarakat tergarik atau berminat untuk ikut program dari jasa keuangan tersebut sebaiknya menanyakan dulu ke OJK setempat untuk memastikan lembaga jasa keuangan tersebut ilegal atau legal.

Dengan cara ini, masyarakat terhindari dari penipuan lembaga jasa keuangan yang ilegal alias abal-abal. OJK Bengkulu juga minta ke masyarakat jika mengetahui ada lembaga jasa keuangan yang beroperasi secara ilegal di sekitarnya segera laporkan ke OJK atau pihak berwenang lainnya.

“OJK akan segera melakukan pengecekan dan memastikan apakah lembaga tersebut beroperasi legal atau ilegal. Jika ilegal langsung dilakukan penindakan oleh OJK Bengkulu,” tegas Ayu Laksmi Sintya Dewi.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.