Bengkulu – Warga Perumahan Telaga Dewa Asri, Kelurahan Muaradua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, menyayangkan perbaikan gorong-gorong yang dilakukan dinas terkait karena dinilai tidak sesuai dengan harapan warga.
Perbaikan tersebut hanya dilakukan sebagian, padahal gorong-gorong itu merupakan akses utama keluar-masuk perumahan.
Warga sebelumnya telah menyepakati melalui rapat tujuh RT agar gorong-gorong dibangun menggunakan box culvert atau plat deker agar lebih kuat dan tahan lama. Namun, realisasi di lapangan dinilai jauh dari kesepakatan tersebut.
“Kalau hanya ditambal seperti itu, jelas tidak akan tahan lama, apalagi dikerjakan setengah-setengah,” kata Andi, Ketua RT 5 Perumahan Telaga Dewa Asri.
Ia menambahkan, warga meragukan daya tahan bangunan jika hanya dilakukan perbaikan seadanya. “Padahal rencana awal kami ingin dibangun dengan plat deker atau box culvert supaya kualitasnya lebih baik dan awet,” ujarnya.
Menurut Andi, warga bahkan telah menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) dengan total biaya sekitar Rp9,4 juta. Perbaikan direncanakan menggunakan besi wire mesh dan plat bondek yang dicor beton. Seluruh bahan tersebut telah dibeli menggunakan dana swadaya warga.
“Namun karena ada informasi bahwa perbaikan akan segera dilakukan pemerintah, akhirnya dana sumbangan warga kami kembalikan lagi,” jelasnya.
Warga berharap pembangunan dilakukan dengan material yang berkualitas agar tidak perlu melakukan perbaikan berulang kali.
“Kami tinggal di sini dan setiap hari melewati jalan itu. Kami ingin yang bagus dan tahan lama,” kata Andi.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya. Ia menyayangkan perbaikan gorong-gorong yang jebol tersebut dinilai kurang maksimal.
“Awalnya warga ingin gotong royong. Tapi karena ada kabar akan diperbaiki pemerintah, RW dan RT sepakat mengembalikan dana donasi ke warga. Kami kecewa karena hasilnya jauh dari keinginan warga,” katanya.
Andi juga mengungkapkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, hingga pukul 10.30 WIB tidak terlihat aktivitas maupun pekerja yang melanjutkan perbaikan gorong-gorong tersebut.
“Ini jalan umum dan akses utama perumahan. Kenapa pengerjaannya lambat? Kalau tidak mampu, biarkan saja warga yang menyelesaikannya. Jangan dibongkar sehari lalu dibiarkan, itu justru membuat warga resah,” tegasnya.
Sementara itu, warga lainnya, Yamin Ginting, meminta masyarakat untuk bersabar. Menurutnya, pembangunan oleh pemerintah memiliki tahapan yang harus dilalui.
“Pemerintah sudah hadir dan melakukan perbaikan. Tapi memang ada proses dan tahapan. Itu kemungkinan perbaikan sementara sambil menunggu realisasi pembangunan menyeluruh sesuai harapan warga,” ujar Ginting.
Ia menilai, akan lebih baik jika pihak kelurahan berperan aktif melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar aspirasi warga dapat tersampaikan dengan baik.
“Lurah sebaiknya langsung berkoordinasi dengan Dinas PU supaya keinginan warga dan rencana dinas bisa sejalan. Dengan begitu, masalah gorong-gorong ini bisa tuntas dan bangunannya bertahan lama,” katanya.
Ginting menambahkan, setelah persoalan gorong-gorong selesai, warga berharap pemerintah dapat melanjutkan program pembangunan lainnya, seperti peningkatan jalan dan infrastruktur pendukung di lingkungan perumahan tersebut.
Editor : Usmin









