Bengkulu- Taman Tabut yang dibangun Pemkot Bengkulu pada tahun 2025 lalu, terletak di belakang Benteng Marlborough. Tempat ini dulunya merupakan terlantar dan dipenuhi ilalang. Namun, setelah dibangun Taman Tabut, berubah menjadi ruang terbuka hijau estetik dan menjadi primadona baru warga Kota Bengkulu di awal tahun 2026.
Pembangunan Taman Tabut bukan sekadar penataan lahan kosong, melainkan sebuah transformasi artistik yang memadukan konsep modern dengan nilai-nilai kearifan lokal. Kehadirannya menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kota Bengkulu dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna budaya.
Lokasi taman yang sangat strategis, menghadap langsung ke pesisir Pantai Bengkulu, menjadikannya salah satu spot terbaik untuk menikmati pesona matahari terbenam yang telah lama melegenda. Setiap sore, kawasan ini diprediksi akan menjadi titik kumpul warga untuk bersantai sambil menikmati panorama laut yang memukau.
Lebih dari sekadar taman kota, Taman Tabut dirancang sebagai pusat kreativitas generasi muda. Pemerintah Kota Bengkulu memproyeksikan kawasan ini sebagai panggung terbuka bagi para seniman muda untuk mengekspresikan diri, mulai dari latihan tari tradisional hingga eksplorasi irama khas Bengkulu melalui dentuman alat musik Dhol.
Dengan konsep tersebut, nilai budaya tidak hanya dipajang sebagai simbol, tetapi benar-benar dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari. Kehadiran Taman Tabut merupakan buah karya nyata dari kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny P.L Tobing dalam upaya menata estetika kota.
Penataan ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk mengubah sudut-sudut kota menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan memiliki nilai jual wisata. “Taman ini adalah perpaduan antara budaya, estetika, dan fungsi sosial. Kami ingin warga memiliki tempat yang layak untuk bersantai sekaligus mengekspresikan diri,” ungkap Wali Kota Bengkulu.
Kini, Taman Tabut siap menyambut wisatawan dan masyarakat yang ingin merasakan sensasi bersantai di antara megahnya sejarah Benteng Marlborough. Dan deburan ombak Pantai Bengkulu, sekaligus menikmati denyut budaya yang terus hidup di jantung kota.
Editor : Usmin









