Kepala BKKBN : Angka Partisipasi Peserta KB Modern di Bengkulu  Meningkat Signifikan

oleh -70 Dilihat
Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari.(Foto/Dok)
Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari.(Foto/Dok)

Bengkulu- Kepala BKKBN Bengkulu, Zamhari mengungkapkan tingkat partisipasi pasangan usia subur (PUS) program Keluarga Berencana (KB) modern di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan.

Pada tahun 2024, angka partisipasi KB modern atau Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) di Bengkulu tercatat mencapai sebesar 69 persen atau melampaui target nasional sebesar 63,41 persen sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019–2024.

KB modern atau mCPR merupakan indikator kinerja utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mengukur proporsi perempuan pasangan usia subur (15–49 tahun) yang menggunakan metode kontrasepsi modern untuk menunda, mengatur jarak, atau membatasi kelahiran.

Peningkatan penggunaan kontrasepsi modern di Bengkulu terlihat dari hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK) tahun 2025 yang mencatat mCPR sebesar 69 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan bertahap dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, mCPR Bengkulu masih berada di angka 61,2 persen, kemudian meningkat menjadi 64,4 persen pada SDKI 2017. Tren positif berlanjut pada 2021 dengan capaian 65 persen, hingga mencapai 69 persen pada 2024.

Zamhari menambahkan peningkatan ini menjadi indikator positif keberhasilan program KB modern di daerah. Menurutnya, tren tersebut juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.

“Peningkatan ini menggambarkan semakin banyak perempuan usia subur yang memanfaatkan kontrasepsi modern. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang kian baik akan pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan,” ujar Zamhari kepada wartawan di Bengkulu, Minggu (18/1/2026).

Dijelaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan layanan KB, perluasan akses pelayanan, serta edukasi berkelanjutan yang dilakukan hingga ke tingkat desa.

“Meningkatnya partisipasi ber-KB modern menandakan masyarakat semakin memahami manfaat kontrasepsi, tidak hanya untuk mengatur kelahiran, tetapi juga untuk menjaga kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan kualitas keluarga,” tambahnya.

Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu terus mendorong peningkatan mCPR melalui berbagai strategi, antara lain penyediaan pelayanan KB gratis, pelaksanaan safari KB, integrasi layanan di fasilitas kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan mitra kerja.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.