Dinas TPHP Bengkulu Kembangkan dan Rejamakan 1.000 Hektare Tanaman Kopi di Empat Kabupaten

oleh -9 Dilihat
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Bickman Panggarbessy.(Foto/Ist)
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Bickman Panggarbessy.(Foto/Ist)

Bengkulu-Dinas Tamanan Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu pada tahun 2026 telah memprogramkan pengembangan tanaman kopi seluas 1.000 hektare dalam upaya meningkatkan produksi kopi di wilayah ini.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Bickman Panggarbessi, di Bengkulu, Selasa (31/3/2026) menjelaskan, tanaman kopi seluas 1.000 hektare tersebut, akan dikembangan di empat kabupaten di Provinsi Bengkulu, Kabupaten Kaur, Kepahiang, Rejang Lebong, dan Kabupaten Lebong.

Kegiatan tersebut mencakup perluasan areal tanam serta peremajaan tanaman kopi milik petani. Program tersebut diinisiasi Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian yang menyasar kebun kopi tidak produktif milik petani.

“Total targetnya sekitar 1.000 hektare, berlokasi di empat kabupaten, yaitu Kaur, Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong. Kegiatannya ada perluasan dan juga peremajaan tanaman tua,” ujar nya.

Perluasan lahan diperkirakan masing-masing daerah akan mendapatkan alokasi sekitar 100 hektare. Sementara sisanya dialokasikan untuk program peremajaan tanaman kopi yang sudah tidak produktif alias sudah tua.

Terkait penyediaan bibit, Backman mengatakan sumber benih direncanakan berasal dari kebun sumber benih milik pemerintah yang berada di Desa Pal Delapan, Kabupaten Rejang Lebong. “Rencananya  bibit akan diambil dari kebun sumber benih yang kita miliki di Pal Delapan, Kabupaten Rejang Lebong. Di sana tersedia kebun sumber benih kopi,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya masih akan melihat ketersediaan benih di lokasi tersebut. Apabila jumlahnya belum mencukupi kebutuhan program, maka akan diupayakan tambahan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka).

“Kalau nanti ketersediaannya kurang, kemungkinan akan kita ambil tambahan dari Puslitkoka,” ujarnya. Beberapa varietas kopi yang tersedia untuk mendukung program tersebut di antaranya varietas Sintaro 1, Sintaro 2, Sintaro 3, serta Sehasen yang selama ini dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas kopi di Bengkulu.

Sementara itu, untuk pelaksanaan program, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu masih menunggu pengusulan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) dari pemerintah kabupaten sebagai dasar penetapan penerima program.

Dari empat kabupaten yang menjadi sasaran program tersebut, baru Kabupaten Kepahiang yang sudah menyiapkan usulan CPCL. Sedangkan  tiga kabupaten lainnya masih menunggu uslan. Data CPCL dari kabupaten akan dihimpun oleh pemerintah provinsi sebelum disampaikan ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian sebagai dasar penetapan program.

Pihaknya menargetkan seluruh usulan dari kabupaten segera disampaikan ke Dinas TPHP Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat ini, sehingga proses pengajuan ke pemerintah pusat segera dilaksanakan.

Dinas TPHP Provinsi Bengkulu menargetkan dalam waktu dekat data usulan peserta program tanaman kopi ini dari masing-masing kabupaten sudah masuk, sehingga segera disampaikan ke Kementan di Jakarta.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.