Bengkulu Utara – Diduga Paket proyek longsoran ruas jalan Lais-Kerkap, Kecamatan Napalan, Kabupaten Bengkulu Utara, dikerjakan “asal jadi” sehingga mutunya sangat rendah. Spek awal menggunakan besi beton sebagai pengikat, diganti gorong gorong kualitas rendah.
Paket pekerjaan penanganan longsoran ruas jalan Lais -Kerkap berlokasi di Jembatan Merah, Pasar Tebat, Kecamatan Napalan Kabupaten Bengkulu, yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Bengkulu menggunakan dana Rp 5 miliar ini mengundang kecurigaan.
Hal ini mencuat setelah ditemukan adanya gorong-gorong yang bertumpuk yang pengikatnya dihubungkan atar sisinya dengan besi yang tidak terlindung, hal ini sangat mencolok sekali dimana desain pekerjaan berbeda dengan longsoran lainya yang menggunakan sistem Retaining wall concrete (RWC).
Berdasarkan kekuatan struktur bangunan pelapis tebing/lereng Retaining wall concrete (RWC) lebih kuat karena mempunyai kaki yang lebar dan dinding yang menyatu dengan penulangan besi sehingga dapat menahan tekanan tanah dan tahan gempa dan bangunan tahan lama, kalau mengunakan gorong gorong di isi dengan cor beton tanpa pembesian yang kuat dan hanya bertumpuk sampai keatas ini bangunan tidak kuat terhadap tekanan tanah aktif dan beban gempa, tentunya tidak tahan lama.
Diduga dalam pembangunan tersebut tidak sesuai dengan desain awal, desain awal menggunakan desain Retaining wall concrete (RWC), tapi dalam pelaksanaanya dirubah menjadi gorong gorong yang bertumpuk, ini ada indikasi bahwa bangunan tersebut sengaja dilakukan agar dapat meraup keuntungan sebesar besarnya.
Secara ekonomi biaya pembangunan dengan Retaining wall concrete (RWC) lebih mahal dibangdingkan dengan gorong gorong yang berisi cor beton, hal tersebut diduga merupakan tindakan yang disengaja dan dilakukan secara bersama oleh oknum yang terlibat.
Dari pantuan dilapangan terlihat kualitas beton yang digunakan tidak sesuai standar mutu, dimana beton gorong-gorong banyak yang pecah pada sisi sisinya.
Saat dikonfirmasi kepada penanggung jawab proyek melalui sambungan telepon tidak berhasil karena handphonenya, tidak angkat. Demikian ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat juga tak ada jawaban. Sementara PPK proyek longsoran itu, AG ketika dihubungi mengatakan “sy masih diluar kota.” (**)
Editor : Usmin









