BI Bengkulu Siapkan  Rp2 Triliun Uang Tukar Jelang Idulfitri 1447 Hijriah

oleh -2 Dilihat

Bengkulu – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu kembali menggelar agenda tahunan bersama insan media pada bulan Ramadan menjelang Idulfitri. Kegiatan tersebut berupa sosialisasi literasi mengenai fungsi dan peran rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan bahwa pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini BI Bengkulu menyiapkan uang tukar lebih dari Rp2 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan rata-rata kebutuhan penukaran uang per bulan yang biasanya sekitar Rp700 miliar. Sementara kondisi perekonomian Bengkulu saat ini masih relatif stabil dan terkendali,” ujar Wahyu.
Hal tersebut disampaikan Wahyu dalam kegiatan Bincang-Bincang Media (BBM) bertajuk “Literasi Media Terhadap Peran Rupiah sebagai Simbol Kedaulatan Negara” yang dihadiri sekitar 50 wartawan media cetak dan online. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan Kampoeng Pesisir, Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Senin (9/3/2026).

Wahyu menjelaskan, masyarakat yang memiliki uang rusak dapat menukarkannya di Bank Indonesia. Menurutnya, rupiah sebagai simbol kedaulatan negara harus dijaga dan dirawat dengan baik oleh seluruh masyarakat.

Selain itu, BI juga menjalankan program SERAMBI (Semarak Ramadan dan Idulfitri) yang telah diluncurkan untuk mendukung kelancaran penukaran uang menjelang hari raya. Program ini menjadi bagian dari upaya BI dalam memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat Bengkulu menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah.

BI Bengkulu juga telah memetakan lokasi penukaran uang pecahan kecil melalui layanan kas keliling di 10 titik. Saat ini, tujuh titik telah diisi layanan kas keliling yang tersebar di Kota Bengkulu dan sejumlah kabupaten, khususnya di area masjid, bandara, rest area, serta kawasan View Tower. Layanan tersebut diperkirakan dapat melayani hingga sekitar 12 ribu orang.

Uang Rusak Jadi Energi  Listrik

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga memaparkan program pemanfaatan limbah uang kertas rusak. Selama ini, uang rusak yang berada di BI umumnya dimusnahkan. Namun kini, BI Bengkulu bekerja sama dengan pembangkit listrik PLN di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, untuk memanfaatkan limbah uang tersebut sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

“Sebanyak 9 ton limbah uang rusak telah dikirim ke Tanjung Enim untuk dijadikan bahan bakar pembangkit listrik. Limbah uang kertas tersebut memiliki nilai kalori sekitar 4.000 kalori per gram, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi,” jelas Wahyu.

Menurutnya, pemanfaatan limbah uang kertas ini hampir menyerupai batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik, sehingga lebih bermanfaat dibandingkan hanya dimusnahkan.

Melalui kegiatan silaturahmi dengan insan media ini, Wahyu berharap para jurnalis dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan memperlakukan rupiah dengan baik.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat BI Bengkulu dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

 

Editot  : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.