AMJ Provinsi Bengkulu Dideklarasikan, Ratusan Media Online dan Jurnalis Bergabung

oleh -4 Dilihat
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi saat memberikan sambutan pada acara deklarasi Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Provinsi Bengkulu, Kamis 12 Februari 2026.(Foto/Ist)
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi saat memberikan sambutan pada acara deklarasi Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Provinsi Bengkulu, Kamis 12 Februari 2026.(Foto/Ist)

Bengkulu-Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Provinsi Bengkulu dideklarasikan di Bengkulu, Kamis (12/2/2026). Asosiasi ini menjadi tempat kaloborasi bagi media siber, jurnalis serta konten kreator di Provinsi Bengkulu.

Acara deklarasi AMJ Provinsi Bengkulu dihadiri langsung Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Sekda Kepahiang, Hartono, Staf Ahli Pemprov Bengkulu, Ichwan, pejabat mewakili Forkopimda provinsi, kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu dan undangan lainnya serta para wartawan dari berbagai media online, cetak, elektronik dan undangan lainya.

Penggagas AMJ Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo mengatakan, organisasi ini sekarang sudah beranggotakan sebanyak 106 media online, ratusan jurnalis dan konten kreator tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Meski demikian, anggota AMJ Bengkulu tidak tertutup kemungkinan akan terus bertambah mengingat organisasi tidak berbuka bagi pengelola media online, jurnalis, konten kreator serta influenser yang ada di daerah ini.

Pemilik Media Online Bengkulu Today ini menambahkan, pembentukan AJM ini berawal dari sejumlah pelaku pers, jurnalis senior dan konten kreator yang memandang kalobarasi sebuah kebutuhan mendesak ditengah arus jurnalistik digitalisasi bergerak cepat.

Tema yang diusung dalam deklarasi AJM Bengkulu “Kaloboratif dan Adiktif di Era Transpormasi Digital.” Tema ini menjadi penegasan arah gerak organisasi, yakni membangun sinergi lintas platfrom sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap komunikasi publik yang dimanis.

Sementara itu, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengapresiasi dan menyambut baik atas terbentuknya AMJ di Provinsi Bengkulu. Langka AJM merangkul para konten kreator merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan tehnologi dewasa ini yang sangat cepat.

Namun, Wali Kota Bengkulu mengingatkan kebebasan berekspresi tidak mengabaikan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Profesionalisme menjadi pondasi utama menjaga marwah pers. “Etika dan akurasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujar mantan GM RBTV ini.

Dedy berharap dengan terbentuknya AMJ di Bengkulu, dapat memperkuat profesionalisme insan pers sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat dan bertanggungjawab di daerah ini.

Dalam akhir acara deklarasi AMJ Bengkulu menyantuni sejumlah anak yatim, lanjut usia (lansia) dan disabilitas di Kota Bengkulu.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.