Bupati Bengkulu Tengah Dorong Gerakan Cinta Al-Qur’an hingga Desa

oleh -33 Dilihat

Bengkulu Tengah — Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mendorong gerakan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an hingga ke tingkat desa.

Upaya tersebut dinilai penting agar pembinaan Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tetapi juga berdampak pada kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Rachmat saat bersilaturahmi sekaligus memberikan penghargaan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), kafilah, dan ofisial MTQ Kabupaten Bengkulu Tengah 2026 di ruang kerja bupati, Senin (19/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ayatul Mukhtadin melaporkan hasil MTQ XXXVII tingkat Provinsi Bengkulu yang berlangsung di Kabupaten Seluma pada 11–18 Mei 2026. Meski belum meraih juara pertama, kafilah Bengkulu Tengah mencatatkan sejumlah prestasi pada berbagai cabang lomba.

Prestasi tersebut antara lain juara kedua cabang hafalan Al-Qur’an 10 juz putra dan putri, Syarh Qur’an putri, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an putra.

Bengkulu Tengah juga meraih juara ketiga pada cabang hafalan Al-Qur’an 5 juz dan tilawah putra, hafalan Al-Qur’an 20 juz putra, seni baca Al-Qur’an remaja putra, serta Fahm Al-Qur’an putri.

Rachmat mengapresiasi perjuangan para peserta, pelatih, dan pengurus LPTQ yang telah mempersiapkan kafilah untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Menurut dia, capaian itu merupakan hasil kerja bersama yang patut dihargai dan menjadi bahan evaluasi untuk pembinaan berikutnya.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan Al-Qur’an tidak cukup diukur dari jumlah gelar juara atau medali yang diperoleh dalam perlombaan.

Menurut Rachmat, tantangan yang perlu dijawab adalah memperluas pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an di tengah masyarakat, terutama di wilayah perdesaan. Karena itu, pembinaan tidak boleh hanya berfokus pada calon peserta MTQ, tetapi harus menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Ia juga mendorong agar keberhasilan program pembinaan diukur melalui indikator yang lebih menyeluruh, seperti kemampuan masyarakat membaca dan memahami makna Al-Qur’an serta keberlangsungan majelis taklim dan kajian tafsir di desa.

Untuk mendukung upaya tersebut, Rachmat meminta pelatihan Al-Qur’an diperluas kepada guru taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pemuda masjid, dan perangkat desa.

Mereka diharapkan dapat berperan sebagai penggerak pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.

Selain itu, ia mengusulkan agar peserta dan peraih prestasi MTQ tingkat kecamatan maupun kabupaten dilibatkan sebagai relawan pengajar Al-Qur’an di desa asal mereka dalam periode tertentu.

Dengan demikian, kemampuan yang diperoleh selama pembinaan dapat dibagikan kepada masyarakat dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Kegiatan silaturahmi ditutup dengan penyerahan sertifikat dan penghargaan kepada peserta serta pelatih MTQ.

Penyerahan secara simbolis diterima oleh Naura Izzati Akmal, peraih juara kedua cabang hafalan Al-Qur’an 10 juz, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.(MC)

 

Editor. : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.