Bengkulu- Universitas Bengkulu (Unib) kembali morehkan prestasi menjelang berakhirnya masa jabatan Retno Agustina Ekawati sebagai rektor perguruan tinggi terbesar di Provinsi Bengkulu ini. Prestasi tersebut berupa Universitas Bengkulu meraih akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
“Alhamdulillah kemaren sore Universitas Bengkulu mendapatkan akreditasi unggul dari BAN PT. Penghargaan Ini merupakan suata prestasi atas kerja keras semua pihak di Universitas Bengkulu,” Rektor Unib Retno Agustina Ekaputri, di Bengkulu, Kamis (2/10/2025).
Ia mengatakan, dengan meraih akreditasi unggul dari BAN PT, maka Universitas Bengkulu menuju perguruan tinggi berkelas dunia sudah semakin nyata. Sebelumnya, Universitas Bengkulu telah mendapatkan akreditasi Internasional.
“Secara internal kami sudah unggul, tetapi tentu penting sekali pihak lain yang menilai dan mengakreditasi kami unggul, secara nasional BAN-PT-lah yang menilai dan memberikan akreditasi bagi perguruan tinggi,” tambahnya.
Akreditasi unggul dari BAN-PT tersebut, katanya akan saling melengkapi dengan akreditasi internasional yang lebih dulu didapatkan Universitas Bengkulu.
Universitas Bengkulu sudah meraih 69 sertifikat akreditasi dari ACQUIN, lembaga sertifikasi perguruan tinggi dari Eropa pada akhir 2023. Universitas Bengkulu juga menjadi rujukan perguruan tinggi dalam negeri yang juga ingin mendapatkan akreditasi internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Rekno juga memaparkan berbagai capaian selama dirinya menjadi Rektor Universitas Bengkulu, salah satunya pembangunan rumah sakit pendidikan yang berlokasi di kawasan Padang Harapan, Kota Bengkulu.
Pembangunan fisik rumah sakit pendidikan Universitas Bengkulu, hingga awal Oktober 2025, sudah mencapai di atas 85 persen. CE0 Funding Arab Suadi telah meresmikan secara parsial rumah sakit pendidikan pada September lalu.
Rumah sakit pendidikan Universitas Bengkulu tersebut, kata Retno Agustina Ekawati yang akan mengakhiri masa jabatan sebagai Rektor Unib padaa 6 Oktober 2025 lusa, tidak hanya untuk kepentingan fakultas kedokteran Unib saja, tapi akan melayani masyarakat umum.
Karena itu, setelah pembangunan fisik rumah sakit selesai 100 persen baru kemudian melengkapi berbagai jenis alat kesehatan (Alkes) untuk segera beroperasi melayani masyarakat Bengkulu.
“Sesuai jadwal rumah sakit pendidikan Unib akan berfungsi penuh pada tahun 2026 mendatang. Karena itu, Alkes mulau tahun depan segera disiapkan di rumah sakit tersebut,” ujarnya.
Retno juga menjelaskan berbagai keberhasilan yang dicapai Unib selama masa kepemimpinanya, termasuk terus meningkat kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen, dan ANS dilingkup perguruan terbesar di Bengkulu tersebut.
Dalam akhir keteranganya Retno mengharapkan agar dibawah pimpinan rektor baru, Unib akan semakin maju dan berkembang sesiuai visi dan misi menjadi salah satu perguruan tinggi berkelas dan terkemuka di Tanah Air.
Editor : Usmin









