Revitalisasi Pasar Tradisional Baru Koto I dan II Segera Dilaksanakan Pemkot Bengkulu

oleh -392 Dilihat
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.(Foto/Ist)
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.(Foto/Ist)

Bengkulu- Salah satu program kerja pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi-Roni Tobing melakukan revitalisasi pasar tradisional di daerah ini dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan peningatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bengkulu.

Terkait hal tersebut, Pemkot Bengkulu setelah melakukan revitalisasi Pasar Panorama Bengkulu, maka dalam waktu dekat ini pasar Baru Kota I dan II segera menyusul untuk dilakukan hal yang sama.

“Jika tidak aral melintang dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan groundbreaking revitalisasi dua pasar tradisional lagi, yakni Pasar Baru Koto I dan Pasar Baru Koto II Kota Bengkulu,” kata Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, di Bengkulu, Selasa (5/8/2025).

Ia mengatakan, keigatan groundbreaking revitalisasi Pasar Baru Koto I dan Barukoto II, termasuk Belungguk Point, akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan ditargetkan selesai pada November 2025 mendatang.

Penataan ini, kata Dedy Wahydi merupakan bagian dari program besar Pemkot Bengkulu untuk merapikan seluruh pasar tradisional yang ada di kota. Setelah Barukoto I dan II, fokus akan dilanjutkan ke pasar-pasar lainnya, termasuk Pasar Panorama dan Pasar Minggu.

“Kami menargetkan seluruh pasar di Kota Bengkulu akan rapi. Tahap awal kami menata Pasar Barukoto I dan II dulu, tahun 2026 giliran Pasar Panorama dan Pasar Minggu,” tambah Dedy.

Selain revitalisasi pasar, Pemkot juga berencana menghidupkan kembali pusat-pusat ekonomi lainnya seperti Mega Mall dan Pasar Tradisional Modern (PTM). Menurut Dedy, kedua pusat perbelanjaan tersebut masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali.

“Kami lihat Mega Mall dan PTM masih sangat berpotensi untuk dihidupkan. Tapi memang butuh kerja keras kita semua. Saya akan mengarahkan semua kegiatan Pemkot Bengkulu ke Mega Mall agar kembali hidup,” jelasnya.

Dedy juga mengimbau para pedagang kaki lima (PKL) untuk mematuhi aturan dengan tidak berjualan di trotoar atau badan jalan. Ia mendorong para pedagang untuk memanfaatkan ruang yang tersedia di dalam PTM.

“Saya sudah bertekad bersama Kapolres, Dandim, bahkan Kapolda juga mendukung. Yang melanggar aturan akan kita tindak. Kami tidak melarang berjualan, tapi tolong bantu pemerintah dengan berjualan di tempat yang telah disediakan,” demikain Dedy Wahyudi.

Editor : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.